TNLL Tingkatkan Koordinasi Awasi Bekas Tambang Emas

PALU – Kepala Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu (TNLL), Jusman, dalam mengawasi dan mengamankan eks lokasi penambangan emas tanpa izin di kawasan konservasi Dongi-Dongi, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, akan meningkatkan koordinasi dengan kepolisian dan bersama para tokoh masyarakat dan adat setempat.

“Memang sangat disayangkan, ternyata masih ada aktivitas menambang emas di Dongi-Dongi yang dilakukan oknum-oknum masyarakat yang tak bertanggungjawab,” katanya, di Palu, Sabtu (25/1/2020).

Karena lokasinya cukup jauh dari Kota Palu (sekitar 80an km), maka memang sangatlah sulit untuk menjaga 1×24 jam. “KIta punya petugas polhut dibantu aparat kepolisian, tetapi tetap kecolongan juga,” katanya.

Makanya, ke depan pihaknya akan lebih gencar lagi melakukan koordinasi dengan jajaran penegak hukum di daerah ini.

Eks PETI Dongi-Dongi, kata Jusman, berada dalam kawasan konservasi TNLL. Dari poros jalan Palu-Napu hanya berjarak sekitar 1,5 km untuk bisa sampai ke lokasi tersebut.

Lokasinya dikelilingi hutan dan kebun masyarakat, sehingga sangat mudah bagi para penambang untuk menerobos masuk ke lokasi, meski dijaga petugas Polhut dan aparat kepolisian.

Dia menambahkan, beberapa waktu lalu sejumlah tokoh masyarakat dan lembaga adat setempat telah mendatangi Kantor Balai Besar TNLL di Palu, yang antara lain menyayangkan dan juga siap mendukung pihak TNLL dalam hal mengawasi dan mengamankan lokasi eks PETI Dongi-Dongi dari berbagai aktivitas menambang yang dilakukan orang-orang tidak bertanggungjawab.

Soal digunakan ada aparat, termasuk pihak polisi hutan (polhut) yang ikut terlibat melindungi para penambang beraktivitas mengambil rep (tanah/pasir yang bercampur emas) di lokasi eks PETI Dongi-Dongi, Jusman juga menyesalkan jika hal itu benar terjadi.

“Ya, sangat disayangkan jika pagar makan tanaman. Lebih baik sekaligus keluar mencari rezeki di tempat lain daripada tetap sebagai petugas polhut dan ikut terlibat bersama para penambang,” kata dia.

Pihaknya juga akan menindaklanjutinya, dan jika memang terbukti ada oknum polhut yang terlibat, dipastikan ditindak tegas,” kata Jusman.

Eks PETI Dongi-Dongi memiliki luas sekitar 15 hektare, mulai diserbu para penambang pada 2016. Pada 2016 itu juga, lokasi tersebut ditertibkan dari aktivitas menambang. Untuk menghijaukan kembali, pihaknya telah menanam ribuan pohon di lokasi tersebut.

Namun beberapa waktu lalu kembali ada kegiatan penambangan di lokasi dimaksud, sehingga perlu kembali ditertibkan. (Ant)

Lihat juga...