TransJakarta Siapkan Landasan Transportasi Berkelanjutan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – PT TransJakarta menyiapkan landasan transportasi berkelanjutan. Pasalnya, baru-baru ini Pemprov DKI Jakarta dianugerahi penghargaan honorable mention. Atas keberhasilannya dalam mengembangkan platform transportasi yang berkesinambungan, khususnya bus rapid transit (BRT) TransJakarta.

Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (TransJakarta), Agung Wicaksono, mengatakan Jakarta dinilai berhasil mengembangkan BRT atas dobrakan Gubernur Sutiyoso hingga transportasi terintegrasi antarmoda dipimpin Gubernur Anies Baswedan.

Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) Agung Wicaksono memaparkan soal langkah 10 tahun ke depan transportasi terintegrasi dengan ramah lingkungan dan unggul dalam bidang lainnya, di Jakarta Pusat, Jumat (17/1/2020). Foto: Lina Fitria

“Sebagai bagian dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemprov DKI, TransJakarta tentunya terus mendukung Pemprov dalam memajukan Jakarta, khususnya di bidang transportasi,” kata Agung di Jakarta Pusat, Jumat (17/1/2020).

Kemudian TransJakarta terus menggandeng Dinas Perhubungan DKI untuk memberikan pelayanan terbaik juga sarana dan prasarana dan berbagai aspek lainnya.

Peningkatan pelayanan ditujukan supaya pencapaian yang sudah diperoleh Pemprov DKI terus berkelanjutan dengan baik ke depannya.

“TransJakarta 10 tahun ke depan membuat sistem transportasi di Jakarta khususnya di BRT menjadi transportasi yang tidak hanya terintegrasi saja tetapi ramah lingkungan dan unggul dalam bidang lainnya,” ungkapnya.

Strategi keberlanjutan perseroan yang dicanangkan meliputi berbagai aspek dan harus terlaksana. Pertama, mata rantai sistem transportasi berbasis jalan ramah lingkungan, diawali dengan bus listrik yang  beroperasi segera.

“Kedua, pengusahaan pembiayaan agar dapat melapisi pelayanan publik, diantaranya peningkatan pemanfaatan asset seperti non fare box (NFB) yang sudah di dalam pipeline, dan berbagai inovasi lain agar perseroan tetap relevan di hati pelanggan,” ungkapnya.

Selain itu, menurut Agung, langkah lainnya yang dijalankan adalah membentuk budaya mandiri dalam bertransportasi.

Secara perlahan Transjakarta mulai melakukan perubahan dengan menerapkan sistem way finding dan alat Tap On Bus (TOB) yang sudah diberlakukan dan terus disosialisasikan hingga saat ini agar layanan Transjakarta menjadi setara dengan negara maju lainnya.

“Dengan begini kami, Transjakarta optimistis bisa beriringan mengajak masyarakat beralih dari kendaraan umum ke transportasi publik. Ini seiring dengan cita-cita Pemprov DKI untuk mewujudkan Jakarta menjadi kota 4.0,” ujarnya.

Transjakarta terus memberikan kontribusi, khususnya dalam hal kenaikan jumlah pelanggan. Pada dua tahun terakhir, yakni tahun 2019, Transjakarta tercatat melayani 264,6 juta pelanggan.

Angka ini meningkat sebanyak 40 persen dibanding tahun sebelumnya yang mengangkut sebanyak 188,9 Juta pelanggan.

“Pada 2019 merupakan rekor tertinggi pelanggan dalam sejarah dan ini tentunya angka yang luar biasa untuk Transjakarta. Data menunjukkan bahwa warga DKI sangat antusias menyambut baik pelayanan Transjakarta,” ujar Agung.

Selain kenaikan penumpang, Transjakarta berhasil mengintegrasikan sistem BRT dengan mikrobus (angkot) dalam program unggulan Jak Lingko dan Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta yang menjadi indikator keberhasilan meraih anugerah Honorable Mention.

“Sampai hari ini disebutkan setidaknya ada sebanyak 247 rute yang dimiliki,” tutupnya.

Lihat juga...