Ujian SKD CPNS Sumbar Dimulai 27 Januari 2020

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PADANG – Pelaksanaan ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2019 di lingkup Pemerintah Provinsi Sumatra Barat,  dimulai dari tanggal 27 Januari – 6 Februari 2020. Ujian itu  dilangsungkan di Universitas Putra Indonesia “YPTK” Padang.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sumatera Barat, Abdul Gafar, mengatakan, ada sebanyak 25.116 peserta yang  mengikuti ujian SKD nantinya.

Jumlah itu merujuk dari pengumuman panitia seleksi pengadaan pegawai negeri sipil Pemprov Sumatera Barat No 800/8500/BKD-2019 tanggal 31 Desember 2019 tentang hasil verifikasi sanggahan pelamar pengadaan CPNS Pemprov Sumatera Barat tahun 2019.

Dikatakannya, peserta yang mengikuti ujian SKD nantinya agar mencetak kartu tanda peserta ujian terlebih dahulu menjelang hari pelaksanaan ujian di website SSCN.BKN.GO.ID.

“Agar tidak terburu-buru sebaiknya cetak kartu terlebih dahulu. Sebab, pada saat ujian kartu tersebut wajib dibawa,” katanya, Kamis (23/1/2020).

Gafar menjelaskan selain kartu tanda peserta itu lanjutnya, peserta juga wajib membawa dokumen pendukung lainnya seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik asli atau surat keterangan pengganti KTP yang dikeluarkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil setempat.

“Sedangkan bagi peserta tenaga guru yang memiliki sertifikat pendidik agar membawa fotokopi sertifikatnya yang telah dilegalisir. Begitu juga tenaga kesehatan membawa fotokopi Surat Tanda Registrasi (STR) yang telah dilegalisir sesuai dengan unggahan saat pendaftaran,” terangnya.

Menurutnya, untuk peserta disabilitas yang melamar pada jenis informasi penyandang disabilitas ataupun umum membawa fotokopi surat keterangan yang berlaku dari rumah sakit pemerintah ataupun puskesmas yang menyatakan jenis atau derajat disabilitasnya.

“Nantinya panitia seleksi akan melakukan verifikasi ulang terhadap dokumen pendukung seperti fotokopi sertifikat bagi tenaga guru dan tenaga kesehatan. Serta, surat keterangan bagi penyandang disabilitas tersebut untuk memastikan keabsahan dan kesesuaiannya dengan jabatan yang dilamar,” tuturnya.

Gafar menyebutkan, peserta saat pelaksanaan SKD itu wajib mengikuti tata tertib pelaksanaan, yang mana peserta itu mesti hadir 90 menit sebelum tes berlangsung, mengisi daftar hadir yang telah disiapkan panitia.

Kemudian, menunjukkan persyaratan mengikuti ujian dan menyerahkan dokumen yang diminta kepada panitia.

“Pakaian yang mesti dipakai peserta mesti rapi dan sopan. Dengan atasan kemeja berwarna putih polos dan bawahan rok atau celana dasar kain berwarna hitam, serta bersepatu fantofel hitam, dan bagi yang berjilbab menggunakan jilbab merah,” ungkapnya.

Dilanjutkannya, peserta dilarang untuk membawa buku atau catatan lain ke dalam ruangan ujian. Kalkulator, alat komunikasi, jam tangan, aksesoris, alat tulis, makanan, minuman, hingga bertanya dan berbicara dengan sesama peserta ujian.

“Bahkan peserta dilarang menerima hingga memberikan sesuatu kepada peserta lainnya tanpa seizin panitia selama ujian, serta tidak diperbolehkan keluar ruangan kecuali memperoleh izin panitia dan menggunakan komputer selain untuk aplikasi CAT,” tegasnya.

Oleh karena itu tutur Gafar, setiap peserta wajib mematuhi tata tertib selama ujian SKD tersebut, jika peserta melanggar tata tertib ataupun datang terlambat  dikeluarkan dari ruang ujian dan dinyatakan gugur SKD.

“Kita harap peserta mematuhi peraturan selama ujian, dan kelulusan peserta nantinya memang benar-benar dari hasil kerja sendiri. Jika ada pihak yang menjanjikan kelulusan dengan motif apapun maka hal itu merupakan tindakan penipuan, oleh karena itu jangan percaya dengan iming-iming apapun. Cukup percaya diri sendiri dapat melalui ujian dengan baik,” pungkasnya.

Lihat juga...