Uniknya Imlek dari Sudut Astronomi

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

JAKARTA — Secara astronomi, tahun baru Imlek atau Sin Cia memiliki keunikan tersendiri. Uniknya adalah karena penghitungannya merupakan perpaduan antara perhitungan Bulan dan Matahari atau yang dalam ilmu astronomi dikenal sebagai Lunisolar atau dalam bahasa Indonesia disebut Suryachandra.

Staf Astronomi Planetarium dan Observatorium (POJ) Mohammad Rayhan saat ditemui di Gedung POJ Cikini Jakarta, Kamis (23/1/2020) – Foto Ranny Supusepa

Staf Astronomi Planetarium dan Observatorium (POJ) Mohammad Rayhan menjelaskan, Lunisolar yang dijadikan acuan dalam penentuan kalender China adalah gabungan fase Bulan dan elemen pergantian musim berdasarkan pergerakan Matahari.

“Imlek adalah hari pertama pada tahun baru Cina. Penentuannya menggunakan fase bulan atau elemen luni, dimana Imlek adalah hari saat bulan baru, dan juga menggunakan elemen pergerakan matahari atau elemen solar,” kata Rayhan saat ditemui di Gedung POJ Cikini Jakarta, Kamis (23/1/2020).

Ia menjelaskan bahwa elemen solar yang dimaksud adalah Imlek berpatokan pada bulan baru kedua atau ketiga setelah winter solstice atau Titik balik Selatan Matahari.

“Jumlah bulan dalam kalender lunisolar kadang 12 kadang 13. Jika jumlah bulannya sedang 13, maka Imlek tahun berikutnya jatuh pada bulan baru ketiga setelah winter solstice. Jika jumlah bulannya hanya 12, maka Imlek jatuh pada bulan baru kedua setelah winter solstice,” urainya lebih lanjut.

Untuk jumlah hari dalam bulannya, ia menyebutkan, jumlahnya sama dengan kalender Masehi dan kalender Islam, yaitu ada yang 29 dan ada juga yang 30.

“Dikenal juga bulan kabisat atau Lun Gwee. Dimana koreksi akan dilakukan setiap 2,7 tahun sekali untuk mengatasi selisih 11 hari yang muncul,” ujarnya.

Rayhan menyebutkan, sesuai dengan catatan terjadinya Imlek, perayaan selalu dilakukan pada kisaran bulan Januari dan Februari setiap tahunnya.

“Tidak pernah sampai bulan Maret. Maksimal itu hanya tanggal 20 Februari, yang pernah terjadi pada tahun 1985,” ucapnya.

Pengaruh memasukkan unsur musim dalam kalender China dipercayai adalah sebagian besar atas pengaruh budaya. Dimana masyarakat China mempercayai bahwa tahun baru haruslah dilaksanakan pada saat musim semi.

“Musim merupakan hal yang penting karena masyarakat daratan China merupakan masyarakat agraris,” pungkasnya.

Lihat juga...