Volume Sampah Plastik Meningkat di Lampung Selatan

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

LAMPUNG — Musim penghujan berbarengan dengan angin barat berimbas peningkatan volume sampah di perairan Lampung Selatan (Lamsel). Seperti yang terlihat di Pantai Belebuk, Desa Totoharjo, Kecamatan Bakauheni.

Yayan, operator perahu wisata menyebutkan, plastik, botol dan kayu yang hanyut saat musim penghujan melalui sungai di wilayah kecamatan Rajabasa, Bakauheni dihempaskan kembali ke pantai oleh gelombang tinggi. Yang terbawa arus sungai ke laut merupakan sampah busuk yang merusak keindahan.

“Selama musim angin barat, sampah dari sungai yang terbawa arus laut oleh gelombang pasang angin barat membuat pantai kotor, sore dibersihkan pagi hari berikutnya bisa kotor lagi,” ungkap Yayan saat ditemui Cendana News,Jumat (10/1/2020)

Operator perahu yang akan menyandarkan perahu kerap kesulitan karena sampah yang mengambang menganggu baling baling perahu. Upaya pembersihan wilayah perairan pantai menurutnya telah dilakukan melibatkan pengurus kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Ragom Helau.

“Hamparan sampah di sepanjang pantai Belebuk menurutnya memiliki volume hingga satu ton jika dikumpulkan,” tambahnya.

Selain di pantai Belebuk sebagian sampah terdampar di sekitar pulau Sekepol dan Mengkudu. Rahmat, ketua Pokdarwis Ragom Helau menyebut sejak sepekan terakhir pantai Belebuk, Mengkudu mendapat sampah kiriman.

Sesuai dengan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi,Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maritim Lampung kecepatan angin mencapai 20 knot. Ketinggian gelombang mencapai 1,25 meter dan sebagian di Selat Sunda bagian Barat tinggi gelombang berpeluang mencapai 4 meter.

“Arah angin dan gelombang ikut menyumbang volume sampah, terlebih di wilayah Jakarta dan Banten banjir ikut menimbulkan sampah yang bermuara ke laut,” papar Rahmat.

Upaya yang dilakukan oleh Pokdarwis disebutnya dengan melakukan pembersihan secara rutin. Kebersihan pantai mendukung estetika dan kenyamanan bagi pengunjung.

Lihat juga...