Wagub Sumbar Ajak Pelaku UMKM Manfaatkan ‘Bajojo’

PADANG – Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatra Barat meluncurkan aplikasi bajojo untuk memasarkan produk UMKM di daerah setempat.

Wakil Gubernur Sumatra Barat Nasrul Abit, mengatakan, saat ini jumlah UMKM di Sumatra Barat mencapai 593 ribu, tersebar di seluruh daerah. Dari jumlah itu didominasi oleh pelaku usaha mikro kecil, sementara untuk usaha besar, yakni industri, baru berada di angka 1,9 persen.

Menurutnya, aplikasi bajojo akan dapat memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM di Sumatra Barat untuk mengembangkan sayap usaha dalam cakupan lebih luas.

“Bajojo ini dalam bahasa Minangnya berjualan dari rumah ke rumah. Tapi di aplikasi bajojo ini tidak demikian, tapi berjualan secara online, dan aplikasi ini sudah bisa di-download di play store,” katanya, Jumat (31/1/2020).

Menurutnya, sisi baik aplikasi bajojo setidaknya dapat mengajarkan kepada pelaku UMKM untuk melek teknologi informasi. Hal ini karena tidak dapat dipungkuri, bahwa masih ada pelaku UMKM yang belum mampu memanfaatkan IT dalam berjualan.

“Jadi, jadikan tempat memasarkan produk sekaligus belajar memanfaatkan IT, kan untuk menggunakan bajojo ini gratis, cuma tinggal log in dengan atas nama sendiri,” sebutnya.

Sementara itu Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatra Barat, Zirma Yusri, mengatakan, aplikasi bajojo nantinya juga ditarget menjangkau para perantau yang selama ini rindu akan produk – produk UMKM Sumatra Barat. Sebab, selama ini dari berbagai situs belanja online di Indonesia, para perantau menyatakan masih perlu menambah jumlah produk untuk dijual secara online.

Melalui bajojo, para perantau dapat menemukan berbagai produk UMKM yang mungkin dirindukan akan rasa kampung halaman. Apalagi, nantinya seiring diperkenalkan secara resmi, produk – produk UMKM yang ada di bajojo lengkap seluruh jenis UMKM.

“Bajojo ini karya orang Sumatra Barat juga, kita patut bangga, dengan adanya aplikasi bajojo yang bisa di-download di play store ini bisa digunakan oleh siapa saja, bahkan dari negara mana pun, yang lagi mencari produk khas daerah Sumatra Barat,” sebutnya.

Ketua Forum Komunikasi UMKM Sumatra Barat, Nevi Zuarina, mengatakan banyak peluang berwirausaha yang belum tergali dengan baik. Banyak potensi daerah yang belum termanfaatkan maksimal untuk mensejahterakan masyarakat dan UMKM.

Menurutnya, ke depan diharapkan potensi-potensi itu sebagai bagian pembangunan UMKM, seiring telah adanya aplikasi bajojo.

“Satu hal yang menjadi tantangan kita adalah kemajuan teknologi informasi. Kita harus bersahabat dengan kemajuan teknologi kekinian dan era revolusi industri 4.0,”sebutnya.

Lihat juga...