Walkot Bekasi Imbau Warga Tetap Siaga Cuaca Ekstrem

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Wali Kota (Walkot) Bekasi, Jawa Barat, Rahmat Effendi, mengimbau kepada warganya untuk tetap waspada  terjadinya cuaca ekstrem di wilayah setempat. Pasalnya curah hujan di wilayah Kota Bekasi masih belum bisa ditentukan.

“Berhati-hati untuk menyimpan barang berharga, termasuk dengan kendaraan pribadi. Karena saat ini status cuaca masih belum bisa dikatakan normal, harus tetap waspada,” ujarnya saat melakukan monitoring kegiatan K3 di wilayah Jatiasih, Sabtu (18/1/2020).

Wali Kota Bekasi, Jawa Barat, Rahmat Effendi, bersama warga membersihkan lingkungan, Sabtu (18/1/2020) – Foto: Muhammad Amin

Bang Pepen, sapaan akrab Wali Kota Bekasi tersebut, mengajak semua warganya menyiapkan diri antisipasi yang tak diinginkan. Antisipasi dimulai dari diri sendiri salah satu caranya dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Masih berlanjutnya kegiatan K3 di titik lokasi bekas banjir terutama wilayah Jatiasih oleh segenap aparatur Pemkot Bekasi imbuhnya, merupakan hasil rapat evaluasi pascabanjir dengan perangkat daerah, camat dan lurah.

“Saya ingin secepatnya lokasi yang masih tergenang lumpur segera selesai dan kembali bersih. Sehingga warga bisa kembali nyaman,” ucapnya.

Setelah masa tanggap darurat selesai, diketahui titik terdampak banjir di Kecamatan Jatiasih masih ada sisa sampah, lumpur dan lainnya dampak dari banjir.

Recovery dampak banjir ini menjadikan status transisi darurat bencana untuk 3 bulan ke depan. Untuk recovery dengan gerakan dan pantauan K3, seperti pemulihan atau penanggulangan DAS Kali Bekasi. Juga recovery  terputusnya saluran air yang tertutup lumpur dan sampah diharapkan bisa terealisasi dengan cepat sebagai upaya mengantisipasi banjir ke depan.

“Saya meminta dalam kegiatan K3 ini, para aparatur di dinas maupun di wilayah  turun langsung di titik pascabanjir bersama warga membersihkan area pascabanjir terutama lumpur dan sampah, sehingga warga merasakan kehadiran Pemerintah dan aparaturnya meringankan beban warga,” ucapnya.

Menurutnya, ada keuntungan dengan turun langsung di tengah masyarakat. Secara tidak langsung seperti camat, lurah dan pejabat lain bisa lebih dekat pada masyarakat.

“Banyak warga yang tidak kenal wajah lurah atau camatnya. Karena mereka sibuk bekerja di luar Bekasi. Dengan turun langsung ini ada hikmahnya,” pungkas Pepen.

Lihat juga...