Warga Miskin Desa Blang Pandak Dapat Bantuan Modal Usaha

BANDA ACEH – Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial menyalurkan bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) kepada sejumlah keluarga miskin di Gampong/desa Blang Pandak, Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie dalam upaya pengentasan kemiskinan di daerah setempat.

“Bantuan yang diberikan ini merupakan tindak lanjut merealisasikan janji Pemerintah Aceh untuk membantu pengembangan ekonomi masyarakat miskin Gampong Blang Pandak,” kata Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Dyah Erti Idawati di Tangse, Kamis.

Pernyataan itu disampaikannya di sela-sela memberikan bantuan modal usaha berupa peralatan dan barang yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan ekonomi kepada keluarga penerima manfaat di Gampong Blang Pandak.

Ia menjelaskan para penerima bantuan tersebut akan diberi pendampingan dalam mengelola usahanya oleh Tim Penggerak PKK kabupaten Pidie dan Kecamatan Tangse.

“Apa yang dilakukan pemerintah hari ini adalah tekad untuk memberikan kesempatan bagi masyarakat di daerah terpencil agar bisa mendapatkan kesejahteraan yang sama dengan masyarakat di daerah lainnya,” katanya.

Ia berharap bantuan yang diberikan Pemerintah Aceh tersebut dapat mendongkrak dan meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya penerima manfaat dari program itu.

Selain menyerahkan bantuan, Dyah juga mengabarkan kepada masyarakat Blang Pandak bahwa desa terpencil tersebut akan segera mendapatkan jaringan telekomunikasi.

“Alhamdulillah baru saja saya mendapatkan kabar dari Telkomsel bahwa hari ini akan dilakukan survey ke Blang Pandak. Dengan demikian, jaringan telekomunikasi akan segera terbuka di desa ini,” kata istri Plt Gubernur Aceh itu.

Kepala Dinas Sosial Aceh, Alhudri, mengatakan, pemberian bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari janji yang disampaikan oleh Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah.

Sebelumnya, pada Baksos Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) di Blang Pandak 25 Desember 2019, Plt Gubernur berjanji untuk membantu masyarakat rentan di desa terpencil di Kabupaten Pidie itu.

Alhudri mengatakan, berdasarkan hasil seleksi pihak Dinas Sosial Kabupaten Pidie, para tenaga kerja sosial dan Keuchik setempat, terdapat 13 keluarga penerima manfaat yang berhak memperoleh bantuan usaha ekonomi produktif itu.

“Ada tiga macam jenis bantuan usaha yang diberikan, yakni usaha membuat kue, usaha industri rumahan menjahit dan usaha jualan kios,” kata dia. (Ant)

Lihat juga...