Zakat Digital Sumbang 70 Persen ZIS Rumah Zakat

JAKARTA – Penghimpunan zakat, infak dan sedekah (ZIS) Rumah Zakat menutup akhir 2019 tumbuh di angka 103 persen. Peningkatan ini sebanyak 70 persennya diperoleh dari pembayaran zakat digital.

“Alhamdulillah tahun ini tumbuh 20 persen penghimpunan zakat, nilainya 103 persen,”  kata Chief Executive Officer (CEO) Rumah Zakat, Nur Efendi, kepada Cendana News di Jakarta, Kamis (9/1/2020).

Peningkatanpenghimpunan total zakat 103 persen tersebut, sebanyak 70 persennya diperoleh dari sistem pembayaran digital.

“Dari 70 persen itu, 50 persennya dari masyarakat Jakarta, dan sisanya tersebar di wilayah lain,” ujarnya.

Untuk lebih memudahkan masyarakat membayar zakat, Rumah Zakat telah bermitra dengan berbagai intansi, seperti Pos Indonesia, PT Pegadaian, dan lainnya.

“Makin banyak chanel kemudahan makin mudah orang untuk donasi zakat. Masyarakat bisa zakat melalui Pegadaian,” tandasnya.

Nur berharap, kerja sama dengan Pegadaian ini dapat meningkatkan pertumbuhan zakat di angka 80-85 persen.

“Tidak ada target, tapi minimal ambil porsi 70-85 persen penghimpunan zakat dari digital ini,” ujarnya.

Menurutnya, meningkatnya jumlah penghimpunan zakat ini tidak lepas dari kinerja tim yang solid. Selain itu, terpenting lagi adalah pemahaman masyarakat terhadap ZIS yang sudah baik.

Sehingga, kesadaran masyarakat untuk membayar zakat kepada lembaga zakat (filantropi) tumbuh dengan baik. Dan, masyarakat juga sadar akan kewajibannya untuk menunaikan zakat sebagai bentuk ibadah.

Selain itu, karena ditunjang kemudahan membayar zakat yang telah disediakan oleh lembaga zakat, bisa secara online.

“Membayar zakat makin mudah, bisa online, tidak sesulit dulu, masyarakat membayar zakat dengan bertatap muka,” ujarnya.

Meski sudah meningkat pemahaman dan kesadaran masyarakat, sosialiasi harus terus ditingkatkan. Karena, menurutnya meningkatan pemahaman melalui sosialisasi dan memberikan kemudahan membayar zakat bagi masyarakat adalah sama-sama penting.

Lihat juga...