3.086 Masyarakat Kurang Mampu di Padang Manfaatkan Tabur Puja

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PADANG – Sepanjang tahun 2019 Koperasi Serba Usaha Dewantara Ranah Minang (KSU Derami) Padang, Sumatera Barat, telah berhasil merangkul 3.086 orang masyarakat kurang mampu untuk menikmati pinjaman modal usaha Tabur Puja.

Ketua Pengurus KSU Derami Padang, Sayu Putu Ratniati, mengatakan, sepanjang tahun 2019 jumlah masyarakat yang telah memanfaatkan Tabur Puja mencapai 3.086 orang, dari 32 Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) yang ada di 9 kecamatan di Kota Padang.

Ketua Pengurus KSU Derami Padang, Sayu Putu Ratniati (tengah kiri) dan Ketua Pengawas KSU Derami Padang, Zasmeli Suhaemi saat foto bersama usai melaksanakan RAT 2020 di Kantor KSU Derami Padang, Senin (17/2/2020)/Foto: M. Noli Hendra

“Hari ini kita melakukan RAT (Rapat Anggota Tahunan). Tahun ini memang RAT yang kita selenggarakan sesuai aturan sebuah koperasi yakni sebelum bulan Maret. Tepat waktunya RAT ini, juga berkaitan dengan kinerja koperasi yang bagus,” katanya, usai melaksanakan RAT di Padang, Senin (17/2/2020).

Untuk itu, dari hasil RAT tersebut, KSU Derami melaporkan bahwa sejauh ini perjalanan koperasi terbilang cukup bagus, untuk merangkul keluarga kurang mampu yang ada di daerah Kota Padang. Jumlah 3.086 orang itu, tersebar di 9 kecamatan tersebut.

Artinya, dengan adanya jumlah tersebut, turut berdampak kepada kondisi keluarga kurang mampu, dimana bisa memiliki usaha, meskipun bersifat usaha mikro maupun kecil.

KSU Derami berharap, dengan adanya pinjaman modal usaha dari Tabur Puja itu, dapat mengangkat perekonomian masyarakat jadi lebih baik.

“Target kita ke depannya, usaha masyarakat ekonomi lemah ini bisa lebih baik. Karena memang target bersama kita ini mengentaskan kemiskinan khusus di Kota Padang,” tegasnya.

Ia menyebutkan, dari laporan situasi koperasi pada tahun 2019 lalu sesuai hasil RAT, ada laporan positif. Jadi dari 4 miliar berupa hutang, namun sampai saat ini KSU Derami sudah berhasil mengurangi beban hutang tersebut menjadi Rp3,45 miliar saja.

Sementara itu, Ketua Pengawas KSU Derami Padang, Zasmeli Suhaemi, mengatakan, sejauh ini dengan keberadaan KSU Derami, telah mempermudah seluruh anggota Posdaya untuk mengakses SKIM Tabur Puja, sehingga banyak masyarakat bisa merasakan peran KSU Derami.

Ia menyebutkan, kedisiplinan anggota dalam menunaikan kewajiban angsuran pinjaman akan menjadi pendukung utama keberlanjutan SKIM Tabur Puja, serta kemajuan KSU Derami.

“Uang yang kita kelola ini, permodalan koperasi masih dominan berasal dari Yayasan Damandiri sebanyak hampir Rp4 miliar berupa hutang. Uang sebanyak itulah yang kita kelola oleh KSU Derami,” jelasnya.

Menurutnya, tumbuh dan berkembangnya Posdaya di Sumatera Barat, mendapat apresiasi yang istimewa dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Hal ini dibuktikan dengan Launching Posdaya yang langsung dilakukan oleh Gubernur Sumatera Barat, belum lama ini, di Gubernuran.

“Dulu kelompok Posdaya ini pada awalnya mulai diperkenalkan di masyarakat Sumatera Barat, melalui KKN Tematik Posdaya yang diikuti 11 perguruan tinggi. Sehingga sampai sekarang Posdaya terus berkembang,” sebutnya.

Seiring meningkatnya jumlah Kelompok Posdaya, Yayasan Damandiri mendorong setiap kelompok untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya melalui bantuan pinjaman modal yang dahulu diberi nama Tabur Puja, sedangkan saat ini diganti menjadi Modal Kita.

Bantuan pinjaman yang diberikan oleh Yayasan Damandiri pada awalnya dikelola oleh Koperasi Keluarga Besar Universitas Tamansiswa (KKB Unitas), mulai April 2014. Namun sejak bulan April 2016, diserahkan pengelolaannya kepada KSU Derami, yang merupakan koperasi yang dibidani oleh KKB Unitas.

Dikatakannya, sejak awal pelaksanaan SKIM Tabur Puja di Kota Padang yaitu bulan April 2014, hingga akhir tahun buku 2019, tercatat telah 5587 orang anggota dari 91 Kelompok Posdaya, dari berbagai kelompok Posdaya karyawan dan umum, yang terdaftar sebagai anggota KSU Derami.

Sebagian aggota yang telah meningkat kesejahteraannya, tidak lagi meengakses SKIM Tabur Puja, sehingga untuk akhir tahun buku 2019, anggota Posdaya yang mengakses SKIM Tabur Puja berkurang menjadi sekitar 2000 orang.

Lihat juga...