90 Titik di Bekasi Tergenang Banjir, Satu Hilang Tiga Meninggal

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

BEKASI — Intensitas hujan lebat setiap malam tiga hari terakhir hingga puncak Selasa (25/2/2020) kemarin membuat sejumlah titik di Kota Bekasi terendam banjir dan longsor. Bahkan hingga menimbulkan korban jiwa.

Sampai sekarang Rabu (26/2/2020) beberapa wilayah masih terendam banjir. Banjir masih terjadi di wilayah komplek Dosen IKIP Jati Kramat, dengan ketinggian air hingga 1 meter dari kondisi awal banjir setinggi 2 meter.

Genangan air juga terlihat masih terjadi di komplek Nasio dan Graha Indah, Kelurahan Jatimekar, Kecamatan Jatiasih, dengan ketinggian satu meteran. Air bahkan sampai ke pintu gerbang kompel.

Berdasarkan informasi Pusdalpos Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi yang dihimpun hingga Rabu, 26 Februari 2019, terdata banjir melanda Kota Bekasi mencapai 90 titik lokasi.

“Ada lima lokasi terjadi longsor. Banjir juga merendam 391 sekolah,” ungkap Kepala BPBD Kota Bekasi M. Jufri, membenarkan, Rabu 26/2/2020).

Adapun 90 titik banjir yang terjadi di wilayah Kota Bekasi, dengan ketinggian air bervariatif mulai dari 40-200 cm. Banjir terparah sesuai data BPBD terjadi di komplek Perum Nasio Jatimekar dan Perum Dosen IKIP hingga setinggi 2 meter.

Bila dirinci, sebaran titik banjir di 12 kecamatan sebagai berikut: kecamatan Medan Satria 4 titik, Bekasi Utara 5 titik, Jati asih 6, Bekasi Barat 6, Rawa Lumbu 5 titik, Mustika jaya 3 titik, Bekasi timur 5 titik, Bekasi Selatan 15 titik, Pondok Gede 3 titik, Jatisampurna 12 titik, Pondok Melati 13 titik dan Bantargebang 13 titik.

Sementara jumlah lokasi longsor sebanyak 5 titik. Sebanyak 4 kejadian di antaranya dialami di wilayah kecamatan Jatisampurna menjadi yang terbanyak di Kota Bekasi. Satu titik lainnya berada di Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara.

Berikut 5 titik longsor tersebut: Teluk Pucung RT 2 RW 2, Tebing kali sunter rt 4 RW 6 Jatirangon, Perum Wahana Pondok Gede Blok n 6 Jati Ranggon, Wilayah RW 10 Jati Raden, dan Perum Permata Kranggan kel Jatisampurna.

Data dihimpun dari BPBD Kota Bekasi, satu orang yang hilang di wilayah Bekasi Barat , bernama Faisal Amri (25) warga Perumahan Harapan Baru karena terbawa arus banjir (masih dalam pencarian). Korban meninggal, Airil Amrih 15 tahun laki laki Perumahan Harapan Baru Dua, karena terbawa arus saat banjir.

Di kecamatan Medan Satria atas nama Faizin (51) laki-laki warga kampung Mulya jaya kelurahan harapan Mulya karena korban tersengat listrik. Di Kecamatan Bekasi Selatan atas nama Muhammad Jamil (9) di Kelurahan Kayuringin Jaya.

Banjir yang terjadi di Kota Bekasi berdampak juga pada fasilitas dan sarana prasarana sekolah. Informasi yang diperoleh Humas Kota Bekasi dari Dinas Pendidikan Kota Bekasi terdapat 391 jumlah sekolah mengalami banjir sehingga menghentikan sementara aktifitas belajar mengajar.

Dirinci, dari jenjang TK Swasta sebanyak 176 sekolah, SD Negeri 95 sekolah, SD Swasta 49 Sekolah, SMP Negeri 18 sekolah dan SMP Swasta 53 sekolah.

Atas kejadian tersebut saat ini Pemerintah Kota Bekasi menetapkan dalam masa transisi dianggap darurat bencana.

Upayanya membangun dapur umum dan pusat kordinasi bencana di Kantor Walikota Bekasi, melakukan evakuasi warga bersama unsur TNI Polri, dan menyediakan logistik kebutuhan dasar warga terdampak banjir hingga evaluasi tanggap darurat kali ini.

Lihat juga...