ADMM Keluarkan Pernyataan Bersama Terkait COVID-19

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

JAKARTA — ASEAN Defence Minister Meeting (ADMM) Retreat yang digelar di Hanoi mengeluarkan Pernyataan Bersama terkait mewabahnya kasus COVID-19, yang terjadi di negara anggotanya, dan Indonesia menyatakan dukungannya.

Komitmen Indonesia yang selalu mendukung kerangka kerja ADMM (ASEAN Defence Minister Meeting) disampaikan oleh Sekjen Kementerian Pertahanan Indonesia, Laksdya TNI Dr. Agus Setiadji, S.A.P., M.A., yang hadir mewakili Menteri Pertahanan Indonesia di ADMM Retreat di Hanoi.

“Forum ADMM Retreat ini diharapkan menghasilkan manfaat untuk kepentingan kerja sama pertahanan ASEAN di masa depan. Membangun kepercayaan dan pemahaman bersama dan komitmen untuk mencapai tujuan bersama akan menjadi dasar yang kuat dalam membangun ketahanan dan wilayah yang kuat,” kata Laksdya Agus melalui keterangan tertulis, Rabu (19/2/2020).

Laksdya Agus juga menyampaikan keprihatinan mendalam terkait dengan wabah virus Corona yang telah berdampak luas dan menjadi masalah global.

“Di tengah wabah, saya ingin menyampaikan belasungkawa kepada para korban dari negara-negara anggota ASEAN,” ungkapnya.

Pada ADMM Retreat kali ini, para perwakilan anggota ASEAN mengeluarkan Pernyataan Bersama (Joint Statement) terkait kejadian COVID-19 yang dinyatakan sudah mempengaruhi kondisi kesehatan warga negara anggota ASEAN yang juga berdampak pada kegiatan ekonomi, keamanan dan stabilitas.

Dalam Pernyataan Bersama ini, dinyatakan untuk meningkatkan kerja sama dalam informasi, memperluas jaringan, mendorong upaya untuk mencegah berita tidak benar, melakukan kerja sama proaktif dalam mencegah COVID-19 tidak hanya dengan sesama negara ASEAN tapi juga dengan pihak-pihak kompeten di luar ASEAN. Menjalankan peran masing-masing negara dalam menyokong lembaga kesehatan yang berwenang dan selalu dalam satu sikap dalam menyikapi kasus COVID-19.

Laksdya Agus menyatakan penting bagi negara-negara anggota ASEAN untuk meningkatkan ketahanan terhadap semua bentuk ancaman biologis yang dapat membahayakan dan mengancam keselamatan masyarakat ASEAN.

“Masalah ini membutuhkan perhatian khusus dan tindakan konkrit. Semoga negara yang terkena dampak dapat diatasi dan kita dapat mencegah penyebaran virus, Indonesia siap memberikan bantuan jika diperlukan,” pungkasnya.

Lihat juga...