Alfonsa Minta Maaf Terkait Postingan Ada Pasien Virus Corona

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Setelah membuat status soal adanya seorang pasien virus Corona yang sedang dirawat di RSU Maumere pemilik akun Alfonsa Horeng Ikat Flores pun akhirnya menghapus postingannya di media sosial Facebook dan memposting permintaan maafnya.

Alfonsa menegaskan bahwa apa yang telah dia sampaikan tersebut tidak benar dan menyebabkan kepanikan di masyarakat dan pengguna media sosial. Dia juga mengajak untuk saling memperhatikan sebagai saudara.

“Saya juga minta maaf karena saya mendengar seperti itu dan meyakinkan sehingga saya langsung mempostingnya di media sosial,” kata Alfonsa Horeng saat ditemui di Mapolres Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (19/2/2020) sore.

Alfonsa mengatakan, tujuannya memposting berita di media sosial tersebut bukan untuk meresahkan masyarakat serta bukan teror atau hoax tapi dirinya hanya melanjutkan info yang diterimanya.

Menurut dia, cara masyarakat kecil seperti dirinya yang merupakan orang bodoh cara menyampaikannya seperti itu dan polisi juga menasehati agar lain kali dia harus melakukan klarifikasi terlebih dahulu dengan benar baru disebarkan di media sosial.

“Setelah ada yang membaca dan menyampaikan kepada saya bahwa itu tidak benar maka saya mendengarnya dan menghapus status tersebut. Saya mendapat informasi tersebut dari seorang kakak yang juga petugas kesehatan dan dirinya pun mendegar info tersebut dari orang lain,”ungkapnya.

Sebagai masyarakat tentu sebut Alfonsa, ada human error dan kalau dia sampaikan tidak tersalurkan dengan betul apalagi sebagai manusia bukan hebat sekali dan mau merasa sempurna.

Dia juga mengaku dengan membuat status tersebut bukan agar mau dipilih mennjadi anggota DPRD atau bupati Sikka serta memberikan info hoax atau bohong, sebab apa yang di-posting di media sosial sesuai dengan apa yang dilihat dan didengar.

“Kami menjaga rumah tenun kami yang selalu ramai dikunjungi wisatawan dari luar negeri setiap harinya, Jangan sampai saya kena dan ibu-ibu saya kena sehingga bentuk kepanikan saya seperti itu,” terangnya.

Tapi tambah Alfonsa, semua kejadian ini ada baiknya dia yang mengalami sehingga bisa klarifikasi ke Polres Sikka dan Dinas Kominfo serta menegaskan bahwa masyarakat Kabupaten Sikka semuanya saudara dan kita saling mengingatkan satu sama lain.

Jangan sampai sebutnya, masyarakat takut seperti Demam Bedarah Dengue (DBD) dimana setelah adanya orang meninggal baru dilakukan fogging dan sosialisasi apalagi virus corona ini tidak pernah ada sosialisasi kepada masyarakat.

Direktur RS TC Hillers Maumere dr. Clara Y. Francis, MPH menegaskan terkait berita yang di-posting di media sosial tersebut tidak benar atau hoax dan staf Dinas Kominfo Sikka telah mendatangi RS TC Hillers Maumere untuk memintai keterangan.

“Tidak benar apa yang disampaikan tersebut sebab tidak ada pasien yang terserang penyakit corona dan dirawat di RS YC Hillers Maumere. Kami juga sudah menyampaikannya ke Dinas Kominfo Kabupaten Sikka soal berita ini,” terangnya.

Sementara itu Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sikka Kensius Didimus menegaskan, Alfonsa juga telah menyampaikan permohonan maaf karena telah menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.

‘Kami mengimbau kepada pengguna media sosial agar lebih bijak menggunakan media sosial baik untuk meng-upload status maupun mendapat informasi di medis sosial,” tegasnya.

Lihat juga...