Angka Pencemaran Cesium 137 di Batan Indah, Turun

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Paparan Cesium-137 yang terjadi di perumahan Batan Indah Serpong, dinyatakan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) semakin hari semakin menurun. Tercatat pantauan terakhir menunjukkan angka antara 0,4 hingga 7 mikrosievert per jam.

Sekretaris Utama Bapeten, Hendriyanto Hadi Tjahyono, menyatakan angka ini sudah jauh menurun dibandingkan saat pertama kali ditemukan yaitu pada 31 Januari 2020.

Sekretaris Utama Bapeten, Hendriyanto Hadi Tjahyono, saat menemui awak media di Kantor Walikota Tangerang Selatan, Jumat (21/2/2020) – Foto: Ranny Supusepa

“Dari lima titik, sudah terlihat penurunan signifikan. Di permukaan tanah tercemar yaitu di lokasi sumber, kondisi awalnya 200 mikrosievert. Tapi sekarang sudah 5-7 mikrosievert,” kata Hendriyanto pada awak media, Jumat (21/2/2020).

Di got terdekat dengan lokasi tercemar penurunan terjadi dari 0,12 mikrosievert menjadi 0,7 mikrosievert dan di pagar luar jalan raya, penurunan terjadi dari 0,7 menjadi 0,07 mikrosievert.

“Untuk lokasi rumah yang terdekat dengan lokasi tercemar, penurunan terjadi dari 0,05 hingga 0,07 menjadi 0,04 hingga 0,06 dan untuk lokasi lapangan badminton kondisinya pada angka 0,04 – 0,06 mikrosievert,” urainya.

Hendriyanto menyatakan, angka-angka tersebut sudah mulai mendekati angka umum laju dosis radiasi latar belakang di area Batan Indah yaitu 0,03 – 0,06 mikrosievert per jam.

Pihak Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) yang dihubungi secara terpisah, menyatakan akan memberhentikan proses Clean-up.

Clean-up hari ini akan kita hentikan sementara untuk evaluasi pekerjaan sebelumnya. Dan untuk menentukan strategi Clean-up yang diharapkan lebih efektif,” kata Deputi Bidang Teknologi Energi Nuklir, Suryantoro.

Hingga hari ke-8, Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) BATAN telah menerima 337 drum berisi tanah dan vegetasi yang dikumpulkan dari daerah tercemar.

“Selanjutnya (tanah dan vegetasi tercemar) akan diolah dan disimpan di lokasi penyimpanan limbah radioaktif sementara,” pungkasnya.

Lihat juga...