Antisipasi DBD, Dinkes Sulsel Instruksikan Gerakan Basmi Jentik

MAKASSAR – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menginstruksikan kepada pemerintah kabupaten/kota untuk memperkuat Gerakan 1 Rumah 1 Jentik (G1R1J) sebagai upaya mengantisipasi peningkatan kasus DBD di daerah itu.

“Diimbau memperkuat G1R1J untuk mewujudkan peran anggota keluarga sebagai juru pemantau jentik di rumah, serta melakukan G1R1J di perkantoran, sekolah-sekolah dan tempat umum,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan, dr. Nurul Amir di Makassar, Minggu.

​​​​​Selain penguatan gerakan G1R1J, kata dia, pihaknya juga meningkatkan surveilans kasus dan surveilans faktor risiko terhadap kejadian demam berdarah denque (DBD), diantaranya pemantauan jentik berkala (PJB).

Meningkatkan kapasitas sumber daya untuk pencegahan dan pengendalian DBD meliputi kapasitas SDM, biaya serta bahan dan peralatan untuk melakukan deteksi dini dan pengobatan segera.

Termasuk diantaranya dengan pengaktifan program pengasapan (fogging) di rumah-rumah warga untuk membunuh nyamuk atau bintik nyamuk yang berpotensi memberikan ancaman DBD.

Begitupun meningkatkan upaya menggerakkan masyarakat dalam pemberantasan sarang nyamuk.

“Kalau kasus biasa (jumlahnya tidak banyak) tentu bisa ditangani daerah. Jadi ada laporan sehingga kita tentunya telah melakukan antisipasi,” ujarnya.

“Jadi kita tetap memantau terus bukan hanya terfokus pada kasus Corona yang sedang marak. Daerah juga sudah melakukan antisipasi karena DBD kejadian yang rutin pada musim penghujan,” lanjut dia. (Ant)

Lihat juga...