Apotek di Cianjur Alami Kelangkaan Stok Masker

CIANJUR – Sebagian besar apotek di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengalami kekosongan stok masker sejak tiga pekan terakhir imbas merebaknya wabah virus COVID-19 di negara China yang hingga saat ini masih melanda kawasan tersebut.

“Langkanya masker jenis Diapro, sudah terjadi sejak tiga pekan terakhir atau sejak ramainya virus COVID-19. Tidak hanya langka, harga masker mengalami kenaikan,” kata Nurhasan (38) pemilik apotek di Jalan Pasirgede Raya, Cianjur, Jumat.

Ia menjelaskan, biasanya per bok masker dijual dengan harga Rp25.000 kini melambung menjadi Rp100.000 sampai Rp120.000 per bok yang berisi 100 buah masker karena barang yang dipasok dari agen kehabisan jatah dari pabrik yang memproduksi masker.

“Sebagian besar stok masker yang ada langsung diborong pabrik yang memiliki karyawan yang jumlahnya mencapai ribuan. Sejak merebaknya virus COVID-19 banyak pabrik yang mencari masker untuk dibagikan pada karyawannya,” kata Hasan.

Bahkan, kata dia, banyak warga atau perorangan yang membeli masker langsung satu bok sejak tiga pekan terakhir. “Perorangan juga banyak, mungkin untuk jaga-jaga karena saya tidak menanyakan untuk apa,” katanya.

Terkait langkanya masker di pasaran, tambah dia, tidak berpengaruh besar terhadap pemasukan karena selama ini, pihaknya tidak terlalu banyak menstok masker karena lebih fokus menjual obat-obatan.

“Pengaruhnya tidak besar, namun kami terpaksa menolak permintaan pembeli karena tidak memiliki stok. Harapan kami kembali normal seperti biasa stok ada dan ketika dibutuhkan kami memiliki barangnya,” kata Hasan.

Hal senada terucap dari Sri, pengelola apotek di Jalan Dr Muwardi, Cianjur.

Sejak tiga pekan terakhir pihaknya tidak memiliki stok masker yang sempat disimpan satu dus besar setiap bulannya.

Bahkan, diakuinya bahwa sebagian besar apotek lain yang didatangi mengalami hal yang sama, yakni mereka tidak memiliki stok sama sekali sejak satu bulan terakhir.

“Sudah tiga pekan terakhir stok masker kosong, kami banyak mendapat pesanan dari pabrik dan perorangan. Namun sampai hari ini, stok yang sudah dipesan belum juga datang,” kata Sri pengelola apotek tersebut. (Ant)

Lihat juga...