Asteroid Diperkirakan Melintas pada Jarak 5,7 Km dari Bumi

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Sabtu sore (15/2) hingga esok hari, Bumi akan mendapat kunjungan istimewa asteroid yang berukuran diameter 0.5 kilometer. Asteroid ini dinamakan 2002 PZ39. Dan dipastikan asteroid ini tidak menabrak Bumi karena hanya mendekat dalam jarak 5,7 kilometer dari Bumi. 

Pengamat langit dan sekaligus pendiri Langit Selatan, Avivah menyebutkan pengamatan terhadap asteroid, sudah mulai dilakukan sejak pertengahan tahun 1990-an.

“Semua asteroid yang masuk dalam kategori dekat dengan Bumi dan yang berpotensi membahayakan Bumi akan diamati oleh para astronom di instalasi pengamatan langit di seluruh dunia,” kata Avivah atau akrab dipanggil Vivi ini saat dihubungi, Sabtu (15/2/2020).

Pengamat Langit Avivah saat melakukan pengamatan di salah satu pusat pengamatan langit di Jakarta, Sabtu (15/2/2020). -Foto: Ranny Supusepa

Ia menjelaskan bahwa keributan yang terjadi terkait lewatnya asteroid yang dinyatakan akan menabrak Bumi, itu berbeda dengan faktanya.

“Posisi asteroid itu 5,7 km dari Bumi atau sekitar 15 kali jarak Bumi ke Bulan. Jauh banget. Jika ada ketidakpastian juga, plus minus nya hanya belasan hingga puluhan kilometer. Masih jutaan kilometer jaraknya dari Bumi,” urainya.

Dari hasil pengamatan yang dilakukan, dinyatakan bahwa posisi lintasan asteroid tersebut hanya berpapasan melintas orbit.

“Tidak akan ada efek apapun yang bisa dirasakan di Bumi,” ucapnya saat ditanyakan pengaruh lewatnya asteroid ini.

Ia juga menyatakan jika suatu asteroid berpapasan sangat dekat dan orbitnya terganggu dan tidak stabil mungkin saja suatu asteroid jadi potensi berbahaya bagi Bumi.

“Tapi menurut catatan, hingga 100 tahun ke depan, tidak akan terjadi apapun,” tandasnya.

Kemungkinan adanya pecahan asteroid ke Bumi, menurutnya tetap ada. Hanya memang belum bisa diperkirakan ukurannya.

“Karena asteroid itu banyak banget dan ukurannya juga beda-beda,” ucapnya.

Asteroid 2002 PZ39 ini memiliki kecerlangan magnitudo 18,9. Vivi menyebutkan asteroid ini sangat redup, sehingga sulit untuk diamati.

“Rentang waktu asteroid ini melintas antara tanggal 15-16 Februari. Tapi tidak pasti jam lewatnya,” ujarnya lagi.

Untuk pengamatan asteroid 2002 PZ39 ini, NASA menyebutkan akan dipergunakan teleskop Arecibo.

Lihat juga...