Atasi Banjir, Pemkot Malang Siap Bangun Tiga Bozem 

Editor: Makmun Hidayat

MALANG — Pemerintah Kota Malang terus berupaya secara komperhensif menyelesaikan permasalahan banjir maupun genangan air. Mulai dari melakukan Gerakan Angkat Sampah dan Sedimen (GASS), pembuatan sumur injeksi di setiap kelurahan, dan yang terbaru Pemkot Malang berencana untuk membuat waduk kota (Bozem).

“Terkait upaya mengurai masalah banjir, kami sedang mengusulkan ada beberapa titik yang akan dibuat bozem. Pertama di belakang Pasar Blimbing, kemudian di KNPI dan di Jalan Angklung daerah Tunggul Wulung,” jelas Wali Kota Malang, Sutiaji, saat menghadiri Forum Perangkat Daerah Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUPRPKP) di Ijen Suites Resort, Rabu (26/2/2020).

Sutaji menambahkan, pihaknya sudah mengusulkan kepada pemerintah pusat. “Karena nantinya untuk membuat bozem kita minta bantuan dari pusat,” imbuhnya.

Menurutnya, dengan adanya bozem diharapkan masalah banjir bisa diurai, karena ketika terjadi banjir juga akan berdampak pada menurunnya perekonomian masyarakat.

Lebih lanjut, Kepala Dinas PUPRPKP kota Malang, Hadi Santoso, meminta masyarakat untuk ikut membersihkan sampah dan tidak menutup saluran air dengan cor.

“Solusi terbaik mengatasi banjir adalah dengan bersama-sama ikut membersihkan sampah. Kemudian saluran airnya jangan ditutup, jangan dicor, supaya air hujannya bisa masuk ke saluran dan tidak lewat jalan sehingga tidak mengakibatkan terjadinya genangan air,” tuturnya.

Sementara itu dihubungi terpisah, Guru Besar Jurusan Pengairan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT UB) , Prof. Dr. Ir. Muhammad Bisri, MS, menilai apa yang direncanakan Pemkot Malang untuk membangun Bozem sudah sangat tepat. Karena dulu sebenarnya di Kota Malang sudah memiliki beberapa bozem yang ada di daerah Pulosari, di Jalan Bogor, maupun di belakang musem, tapi sayangnya sekarang fungsinya sudah hilang.

“Tepat sekali jika pemkot berencana untuk kembali membuat bozem guna mengatasi masalah banjir dan genangan,” sebutnya.

Rencana sementara ini ada tiga titik yang akan dibuat bozem. Pertama di belakang Pasar Blimbing, karena di sana sudah ada bozem kecil tinggal diperdalam, diperluas dan dibuat yang bagus desainnya sesuai standar waduk kota.

Kemudian mengembalikan fungsi bozem yang ada di gedung KNPI, karena dulunya di sana memang bozem dan sekarang rencana pemkot akan dikembalikan lagi fungsinya sesuai dengan tata ruangnya. Selanjutnya titik yang ketiga ada di Jalan Klungkung daerah Tunggul Wulung.

“Dengan adanya bozem bisa mengurangi terjadinya genangan sekitar 20-30 persen. Kombinasi saluran yang besar dan penerapan sumur injeksi juga tetap diperlukan supaya ke depannya kota Malang tidak terlalu banjir,” terangnya.

Kalau nantinya pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian PUPR tidak bisa membantu, lanjutnya, kita usulkan agar pembuatan bozem di kerjakan Malang sendiri, karena kebutuhannya sudah sangat mendesak untuk menanggulangi banjir dan genangan air di Kota Malang.

Lihat juga...