Atasi Dampak Covid-19, Malaysia Luncurkan Paket Ekonomi

Peluncuran paket ekonomi Malaysia menghadapi wabah corona oleh Perdana Menteri interim Malaysia, Mahathir Mohamad, didampingi Kepala Sekretaris Negara, Mohd Zuki Ali dan Sekretaris Perbendaharaan, Tan Sri Ahmad Badri Zahir di Kantor Perdana Menteri Putrajaya, Kamis (27/2/2020) – Foto Ant

KUALA LUMPUR – Pemerintah Malaysia meluncurkan paket rangsangan ekonomi 2020, untuk memastikan risiko ekonomi berkaitan dampak virus COVID-19.

Wabah corona, telah berpengaruh  terhadap ekonomi global termasuk di Malaysia. Peluncuran paket ekonomi tersebut disampaikan oleh Perdana Menteri interim Malaysia, Mahathir Mohamad, didampingi Kepala Sekretaris Negara, Mohd Zuki Ali dan Sekretaris Perbendaharaan, Tan Sri Ahmad Badri Zahir, di Kantor Perdana Menteri Putrajaya, Kamis (27/2/2020).

Mahathir mengatakan, paket ekonomi senilai RM20 miliar dilakukan untuk tiga strategi untuk menangani dampak COVID-19, mengatalisasi pertumbuhan ekonomi rakyat dan menggalakkan investasi berkualitas. “Pemerintah akan memberi bantuan khusus sebanyak RM400 per bulan kepada dokter serta staf medis, sebagai tanda penghargaan kepada petugas PNS dalam memerangi COVID-19,” katanya.

Mahathir Mohamad mengatakan, dana khusus RM200 juga akan diberikan kepada petugas Imigrasi dan staf lain yang terlibat. Selain itu bantuan secara on-off sebanyak RM600 akan diberikan kepada sopir taksi, sopir bis wisata dan pemandu wisatawan.

“Bantuan dana khusus mulai Februari 2020 hingga wabah ini berakhir. Kementerian Kesehatan telah membelanjakan sebanyak RM150 juta bagi pembelian peralatan, obat dan barang yang dipakai dalam usaha pengawalan wabah corona,” jelasnya.

Pemberian  dana pendamping RM100 kepada Pembangunan Sumber Manusia Berhad (HRDF) untuk membiayai tambahan 40,000 pekerja dari sektor pariwisata dan sektor lain yang terdampak.

“Pemerintah juga menyediakan RM50 juta untuk subsidi pembiayaan kursus jangka pendek dalam bidang digital dan kemahiran tinggi. Insentif ini bakal memberi manfaat kepada 100,000 rakyat Malaysia. Pekerja yang terdampak boleh bergantung kepada Sistem Asuransi Pekerjaan (SIP) yang dananya kini berjumlah RM1.1 miliar,” tandasnya. (Ant)

Lihat juga...