AWAS Berbagi Bersama ODGJ di Panti Dymphna Maumere

Editor: Makmun Hidayat

 MAUMERE — Aliansi Wartawan Sikka (AWAS) yang selama ini merayakan Hari Pers Nasional (HPN) dengan menggelar kegiatan kerja bakti, pelatihan jurnalistik serta diskusi dengan mengundang berbagai instansi pemerintah dan swasta, tahun 2020 mengadakan kegiatan berbeda.

Mengusung tema AWAS Berbagi, rekan-rekan jurnalis yang bertugas di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) menyambangi panti asuhan untuk merayakan kegembiraan dan memberikan bantuan ala kadarnya dari iuran anggotanya.

“Hari ini adalah hari spesial dimana seluruh dunia merayakan hari kasih sayang, hari valentine,” kata Sekretaris AWAS, Edward Lodovic da Gomez saat memberikan sambutan di Panti Dymphna, kota Maumere, Jumat (14/2/2020).

Hari ini, kata Vicky, sapaannya merupakan hari spesial karena ini merupakan Ulang Tahun (Ultah) ke-4 AWAS dan juga dalam rangka peringatan hari Pers Nasional para jurnalis yang bertigas di kabupaten Sikka ingin merayakan kebahagiaan ini bersama para Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

“Hari ini para jurnalis yang bertigas di Kabupaten Sikka, baik media cetak, online dan audio visual datang berkunjung ke Panti Dymphna karena di tahun 2020 AWAS ingin berbagi dengan panti asuhan,” ungkapnya.

Dalam rangka kegiatan AWAS Berbagi,  jelas Vicky, tanggal 9 Februari segenap rekan jurnalis mendatangi Panti Asuhan St. Aloysius Wairklau yang dikelola suter ALMA sementara hari ini (14/2/2020) mendatangi Panti Dymphna yang merawat ODGJ.

Ketua Aliansi Wartawan Sikka (AWAS) Ruben Suban Raya (kiri) menyerahkan secara simbolis bantuan dari rekan-rekan jurnalis kepada Sr. Lucia,CIJ selaku pendiri Panti Dymphna di kota Maumere, Jumat (14/2/2020). -Foto: Ebed de Rosary

Para jurnalis, kata dia, juga berangkat dari banyak kekurangan sehingga  sadar dan ingin melatih diri bagaimana menjadi orang yang berkekurangan dengan memberikan sedikit rejeki yang didapat kepada sesama yang membutuhkan uluran tangan.

“Hari ini kami pantas dan wajar untuk belajar dari penghuni panti Dymphna ini mengenai kesulitan hidup yang dihadapi. Kami belajar dari penghuni panti bagaimana menjadi orang yang selama ini terpinggirkan,” ujarnya.

Vicky menyebutkan, AWAS tidak membawa banyak bantuan  dan mengajak segenap penghuni panti untuk sama-sama berdoa dan berharap kasih sayang yang ada di tempat ini bisa bermanafaat bagi semua orang.

Sambil menahan haru bahkan meneteskan air mata Suster Lucia, Cij selaku pendiri Panti Dymphna mengaku terharu mendapat kunjungan dari semua rekan-rekan jurnalis yang bertugas di Kabupaten Sikka.

Suster Lucia katakan, Panti Dymphna ini menampung banyak Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang bukan saja berasal dari NTT tetapi dari luar daerah termasuk dari Jakarta sebanyak 4 orang.

“Kesejatian doa adalah hidup berbelas kasih sehingga meskipun banyak kekurangan panti ini tetap bisa terus berjalan. Terima kasih kepada para jurnalis karena dengan kehadiran para jurnalis, nasib orang-orang di tempat ini yang diibaratkan berada di balik gunung bisa diketahui,” sebutnya.

Semua ODGJ di Panti Dymphna, kata Lucia, tidak dipungut biaya karena dirinya memegang prinsip jangan karena uang mereka ditelantarkan sehingga siapa pun yang diantar ke panti ini akan dirawat dengan penuh cinta dan kasih.

Ada pasien yang lumpuh juga dirawat sehingga bisa sembuh dan hanya satu dua anggota keluarga yang setiap bulan memberikan bantuan dana Rp500 ribu, tetapi ada yang anaknya dirawat dan mengaku tidak mempunyai biaya tetapi tetap dirawat hingga bisa sembuh.

“Kami percaya banyak tangan-tangan yang memebrikan bantuan bagi kehidupan panti ini. Kami juga tetap bekerja mencari dana sendiri dengan kemampuan yang kami miliki seperti membuka warung makan,” ungkapnya.

Lihat juga...