Bandara Kualanamu Dijadikan Hub Transit Internasional

Penumpang mudik tiba Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara, Minggu (2/6/2019). (Ant)

JAKARTA – PT Angkasa Pura (AP) II (Persero) siap mengembangkan Bandara Internasional Kualanamu di Sumatera Utara, menjadi hub transit internasional di bagian barat Indonesia.

“Kualanamu punya posisi strategis. Bandara ini dalam skenario rencana strategis punya pengembangan hub,” ujar Presiden Direktur Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin, di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin (10/2/2020).

Bandara Internasional Kualanamu terletak di belahan utara, yang mempunyai lokasi strategis. Keberadaanya bisa menjadi bagian dari segitiga pertumbuhan Indonesia-Malaysia-Thailand (Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle/IMT-GT). “Indonesia, Malaysia, Thailand menjadi growth triangle, terhubung di Kualanamu. Juga ada interkoneksi Singapura, Johor, Riau. Lokasi Kualanamu sangat memiliki konsep pengembangan kewilayahan,” paparnya.

Presiden Direktur Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin (kiri) memberikan keterangan di Bandara Soekarno Hatta, Banten, Senin (10/2/202) – Foto Ant

Awaluddin mengatakan, hub transit di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) saat ini hanya dua persen. Besaran itu relatif kecil bagi bandara dengan kategori hub transit internasional. “Soetta sudah tinggi frekuensinya. Transit di Soetta tidak terlalu besar, hanya dua persen transit penumpang. Untuk itu Kualanamu bisa menjadi hub internasional di Indonesia bagian barat,” tandasnya.

Saat ini, Awaluddin menyebut Angkasa Pura akan mencari mitra strategis, yang mampu mengembangkan bandara kelas dunia, untuk meningkatkan lalu lintas hub transit di Bandara Internasional Kualanamu.

Untuk menjadikan Bandara Internasional Kualanamu menjadi hub transit internasional, perlu peningkatan kapasitas terminal menjadi prioritas pertama. “Dengan mitra strategis akan ada penambahan luasan dan kapasitas gedung terminal. Itu di sisi darat. Sekarang kapasitas penumpang 8 juta per tahun akan kita tingkatkan bertahap, bisa mencapai 40 juta per tahun,” tandasnya.

Kemudian, salah satu yang memungkinkan adalah menambah jumlah runway untuk sisi udara. “Tapi itu tahapan yang kemudian harus disepakati terlebih dulu. Katakanlah ketika sudah mencapai kondisi traffic tertentu,” jelasnya.

Awaluddin menyebut, sebanyak 39 perusahaan sudah mengirimkan Letter of Interest (LoI), untuk menjadi mitra strategis pengembangan dan pengelolaan Bandara Internasional Kualanamu. “Diharapkan, mereka segera mengajukan proposal penawaran resmi (Request for Proposal/RfP),” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...