Bank Muamalat Pilar Utama Ekonomi Syariah di Indonesia

Editor: Koko Triarko

Komisaris Utama Bank Muamalat, Ilham Habibie, pada acara apresiasi tokoh pendiri Bank Muamalat di Muamalat Tower, Jakarta, Rabu (5/2/2020) sore. -Foto: Sri Sugiarti

JAKARTA – Komisaris Utama Bank Muamalat, Ilham Habibie, mengatakan Bank Muamalat adalah pilar utama kebangkitan ekonomi syariah di Indonesia. Bank Islam pertama di Indonesia ini digagas atas pemikiran para tokoh Islam, dan didirikan oleh ribuan umat Islam dengan patungan permodalan.

“Dulu itu, tidak ada ekonomi syariah, tidak ada perhatian pada halal. Tapi kita lihat sekarang hampir 30 tahun, ekonomi syariah berkibar di dunia,” kata Ilham, pada acara apresiasi tokoh pendiri Bank Muamalat di Muamalat Tower, Jakarta, Rabu (5/2/2020) sore.

Dalam perkembangannya, Bank Muamalat mengalami pasang surut selama 29 tahun sejak didirikan. Dengan banyaknya tantangan dan berbagai permasalahan.

“Saya kira normal bagi sebuah perusahaan ada kendala. Bank Muamalat alami krismon dan banyak bank lainnya juga,” ujarnya.

Ilham optimis, Bank Muamalat ke depan akan menjadi besar. Apalagi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengizinkan konsorsium Al Falah menjadi investor mayoritas di bank Islam pertama di Indonesia.

“Pada prinsipnya, persetujuan OJK terhadap Al Falah sebagai investor Bank Muamalat, itu sudah ada. Dan, demi kemaslahatan umat, kami harus menyelamatkan Bank Muamalat ini lebih kuat lagi ke depannya,” tandas Ilham.

Bank Muamalat ini, menurutnya sebagai fundamental atau pilar-pilar ekonomi syariah di Indonesia. Bahkan, Ilham menyakini Bank Muamalat ini akan berkembang dengan sangat baik.

Karena memang generasi milenial bersemangat juga untuk menghidupkan gaya hidup (lifestyle) halal. “Di mana kesyariahan dan halal adalah bagian teredukasi di dalamnya. Itu makin lama makin berkembang dan menjadi bagian utama dalam kehidupan masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Dalam upaya menyelamatkan Bank Muamalat telah mendapatkan investor baru, yaitu konsorsium Al Falah yang didirikan oleh Ilham Habibie.

Al Falah merencanakan mengambil saham Bank Muamalat sekitar 77,1 persen dari keseluruhan atas saham baru yang akan diterbitkan oleh Bank Muamalat, dalam Penawaran Umum Terbatas, melalui pelaksanaan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).

Caranya, yakni dengan membeli HMETD dari pemegang saham Bank Muamalat tertentu, saat ini dan/atau dengan berperan sebagai pembeli siaga dalam Penawaran Umum Terbatas Bank Muamalat.

“Kami tetap semangat membangun Bank Muamalat, sehingga menjadi pilar utama kebanglitan ekonomi syariah, negara dan bangsa,” tutup Ilham.

Lihat juga...