‘Banyumas Mantu’ Nikah Massal 143 Pasang Pengantin

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PURWOKERTO – Acara ‘Banyumas Mantu’, sebagai rangkaian dari perayaan HUT Kabupaten Banyumas, diikuti oleh 143 pasangan pengantin. Sebagian besar dari mereka sudah menikah, namun belum memiliki buku nikah, sebab ada yang nikah siri ataupun buku nikahnya hilang.

Pada acara yang berlangsung Jumat (28/2/2020) siang hingga sore hari ini, para pejabat Pemkab Banyumas juga ikut mengenakan busana pengantin bersama para istri. Bupati Banyumas, Achmad Husein mengaku sangat bahagia bisa memfasilitasi legalitas untuk 143 pasangan di Banyumas.

Bupati Banyumas, Achmad Husein beserta istri di acara Banyumas Mantu, Jumat (28/2/2020). Foto: Hermiana E. Effendi

“Tentu saya ikut merasa bahagia melihat mereka sangat antusias untuk melegalkan hubungan pernikahan. Ini baru separuh dari pasangan yang belum memiliki legalitas di Banyumas, yang separuhnya mungkin masih malu-malu untuk ikut acara ini,” kata Husein.

Melihat banyaknya peserta nikah massal ini, Husein merencanakan akan membuat acara Banyumas Mantu sebagai agenda tahunan. Ditargetkan sekitar 4 tahun ke depan, seluruh pasangan suami-istri di Kabupaten Banyumas sudah memiliki buku nikah resmi.

“Dari perkiraan kami, paling tidak ada 500 an lagi pasangan yang belum memiliki buku nikah resmi, sehingga ini akan dijadikan agenda tahunan,” terangnya.

Bupati menyebut, banyaknya pasangan yang belum melegalkan hubungan tersebut, merupakan akumulasi dari 20 tahun lalu. Dan setiap tahunnya jumlahnya selalu bertambah. Hal ini antara lain disebabkan faktor ekonomi.

Acara Banyumas Mantu ini diawali dengan sidang isbat yang berlangsung di Pendopo Sipanji. Setelah itu, pukul 14.00 WIB, rombongan pengantin diarak menuju tempat resepsi di hall Rita Supermall yang berada tepat di depan Pendopo Sipanji.

Bupati dan para pejabat Pemkab Banyumas ikut dalam arak-arakan rombongan pengantin. Dengan mengenakan busana pengantin, bupati dan rombongan berjalan mulai dari Pendopo Sipanji menuju tempat resepsi yang berjarak sekitar 1 kilometer.

Arak-arakan ini juga dilengkapi dengan rombongan begalan atau kesenian khas tradisional Banyumas pada setiap pernikahan. Serta diiringi satu regu musik rebana.

Panitia Banyumas Mantu, Bambang Widodo mengatakan, untuk merias 143 pasangan pengantin ini, pihaknya melibatkan 85 orang perias. Pasangan nikah termuda berusia 19 tahun dan untuk pasangan tertua berusia 84 tahun.

Sementara itu, di tempat resepsi, layaknya resepsi pengantin, mereka disandingkan dan banyak undangan yang datang ke resepsi pernikahan tersebut. Termasuk seluruh pejabat di lingkungan Pemkab Banyumas diminta Bupati untuk ikut datang dan ‘kondangan’.

“Jadi ini benar-benar Banyumas Mantu, ada sidang isbat yang disaksikan para saksi, kemudian ada resepsi pernikahan dan para tamu undangan juga banyak yang hadir,” tutur Bupati.

Lihat juga...