BATAN Kembangkan Iptek Nuklir yang Kedepankan Keselamatan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Usai penemuan paparan bahan radioaktif di perumahan Batan Indah Serpong, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menyatakan akan tetap berkomitmen dalam melakukan pengembangan teknologi nuklir yang berbasis pada keselamatan.

Kepala BATAN, Anhar Riza Antariksawan, menyatakan, dekontaminasi atau Clean-up di area perumahan Batan Indah Serpong oleh tenaga ahli BATAN merupakan perwujudan kompetensi BATAN.

“Setelah melakukan Clean-up selama 12 hari, hingga saat ini sudah dikumpulkan 400 drum tanah dan vegetasi, yang kemudian dibawa ke PTLR yang ada di kawasan Serpong ini juga,” kata Anhar saat menemui awak media di Gedung 71 Kawasan Batan Puspiptek Serpong, Jumat (28/2/2020).

Ia juga menyampaikan, sudah terjadi penurunan drastis jumlah paparan Cesium 137, dari saat pertama pantauan oleh BAPETEN adalah 140 mikrosievert per jam, sekarang sudah menjadi 2 mikrosievert per jam.

“Proses ini masih akan terus dilakukan, hingga dinyatakan oleh BAPETEN bahwa area tersebut clear,” tandasnya.

Setelah dinyatakan clear, area tersebut akan diremediasi, yaitu menjadikan lahan tersebut sebagai lahan dengan fungsi tertentu dengan paparan radioaktif di bawah ambang batas.

“Nanti kita diskusikan terlebih dahulu dengan BAPETEN, apakah ditanami bunga dan pohon tertentu, untuk dijadikan taman atau yang lainnya,” urainya.

Anhar mengakui bahwa kejadian ini merupakan pelajaran berharga bagi BATAN, namun ia menyatakan BATAN akan tetap melanjutkan kegiatan litbang dan pemanfaatan iptek nuklir untuk kesejahteraan masyarakat.

“Kami mendukung penuh upaya Kepolisian untuk mengusut tuntas kepemilikan dan penyalahgunaan zat radioaktif secara ilegal. Karena hal ini sangat tidak dibenarkan dan melanggar hukum,” tegasnya.

Dan terkait kepemilikan zat radioaktif oleh salah satu staf BATAN, Anhar menekankan bahwa BATAN secara institusi tidak pernah mengizinkan staf untuk menyimpan maupun memiliki zat radioaktif secara tidak sah, untuk kepentingan pribadi.

“Karena itu, jika ada kepemilikan di luar kedinasan, semuanya merupakan tanggung jawab pribadi,” katanya tegas.

Ke depannya, Anhar menyatakan BATAN akan tetap melakukan fungsi institusi sebagai badan pelaksana kegiatan pemanfaatan tenaga nuklir di Indonesia sesuai dengan amanat UU No 10 Tahun 1997.

“Termasuk salah satunya adalah melaksanakan pengelolaan bahan radioaktif yang berbasis pada sistem akuntansi yang mengedepankan keselamatan dan keamanan sesuai peraturan BAPETEN dan diawasi sepenuhnya oleh BAPETEN serta IAEA secara rutin,” ujarnya lagi.

Anhar menegaskan, BATAN juga akan semakin memperkuat sistem Human Reliabity Programme atau Program Keandalan Manusia yaitu sistem penanganan pegawai dengan menggunakan analisa psikologi.

Lihat juga...