Batavia Chamber Orchestra Menggema di TMII

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Lagu ‘Roman Picisan’ yang dilantunkan Batavia Chamber Orchestra dalam balutan dingin malam Taman Mini Indonesia Indah (TMII), mampu mengugah kehangatan nostalgia masa lalu akan kisah asmara.

Lagu legendaris Dewa 19 ini sukses ditampilkan dalam konser bertajuk balutan ‘BCO’s 5th Annual Concert : Rockin’Night-Go Loud or Go Home’.

Irama violin, kontrabass dan cello terdengar menggema di ruang Sasono Langen Budoyo TMII, mengiringi medle Dewa 19 pada Jumat (21/2/2020).

Lagu ‘Terlalu Manis’ Slank juga sukses disajikan hingga penonton ikut gembira dalam kemeriahan.

Lagu ‘It’s My Life’ yang hit dilantunkan Bon Jovi juga menghiasi konser orkestra, dalam iringan musik keroncong.

Batavia Chamber Orchestra dengan menampilkan mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ), dalam hening malam berbalut dingin sukses menghibur penonton.

Salah satunya Artha Daniar, yang datang dari Semarang ke TMII hanya untuk menonton konser ini.

“Saya apresiasi bagus konsernya. Ada musik rock, ada paduan musik keroncong sangat menghibur. Aura anak muda sangat dahsyat, saya terhibur sekali,” kata Artha kepada Cendana News ditemui usai menyaksikan konser ini di Sasono Langen Budoyo TMII, Jakarta, Jumat (21/1/2020) malam.

Manajer Program Budaya TMII, Ertis Yulia Manikam, mengatakan, pagelaran musik ini merupakan bagian dari program gelar pertunjukkan, dimana TMII dalam hal ini memfasilitasi komunitas atau generasi muda untuk berkreasi seni.

Manajer Program Budaya TMII, Ertis Yulia Manikam, saat ditemui pada Batavia Chamber Orchestra di Sasono Langen Budoyo TMII, Jakarta, Jumat (21/2/2020) malam. Foto: Sri Sugiarti

Pertunjukan orkestra ini arahnya untuk tahun 2020, yakni sebagaimana tema TMII adalah mendorong generasi muda cinta budaya.

“Nah, budaya masa kini, ya kita harus melihat bahwa segala hal kaitannya dengan lebih bersifat universal. Karena tidak semua harus menjadi sesuatu yang jadul,” kata Ertis kepada Cendana News ditemui di sela acara di Sasono Langen Budoyo TMII, Jakarta, Jumat (21/2/2020) malam.

Sehingga menurutnya, bagaimana kekinian itu bisa membawa satu semangat bagi generasi muda supaya tetap menghargai budaya Indonesia.

Pertunjukan orkestra ini bukan berarti membandingkan, tetapi mempersandingkan sesuatu hal yang sifatnya membawa dampak positif dalam kreativitas anak-anak muda sekarang.

“Nah, itulah sebabnya bagaimana kali ini bersama Batavia Chamber Orchestra, TMII mencoba bekerjasama mewujudkan satu pagelaran yang diminati. Dan menunjukkan bahwa TMII ini tidak selalu menjadi sesuatu yang membosankan tapi sesuatu yang kita bersama-sama bisa membawa nilai-nilai yang positif melalui kesenian yang sifatnya universal,” jelas Ertis.

Jadi tambah dia lagi, paduan seni musik ini, TMII berarti bukan harus menolak seni-seni dari yang lain. “Tetapi bahwa dalam seni tersebut kita bisa memberi suatu nuansa yang secara perpaduan menjadi sesuatu yang indah, menarik dan dinamis,” tukasnya.

Dan tentu saja kata dia, ini akan membangun generasi ke depan yang lebih kreatif dan terbuka. Serta tentu saja bisa membawa semangat yang berbeda bagi kemajuan bangsa Indonesia.

Penampilan Batavia Chamber Orchestra di Sasono Langen Budoyo TMII, Jakarta, Jumat (21/2/2020) malam. Foto: Sri Sugiarti

Pertunjukan Batavia Chamber Orchestra dalam balutan lagu-lagu legendaris Indonesia dan lagu mancanegara. Ini menurutnya, sesuatu yang nyata berkembang atas jenis musik seperti itu. Dengan dikemas dalam bentuk aransemen secara orkestra yang lebih variatif.

“Ternyata orkestra penampilan mahasiswa UNJ ini cukup menggelitik untuk kreativitas di dalam seni musik yang sifatnya universal. Bisa membawa dampak pertumbuhan secara moral atau positif,” ujarnya.

Pertunjukan ini bukan hanya inovasi TMII saja, secara misi TMII memaknai tidak harus statis. “Tapi budaya itu dinamis,” imbuhnya.

Ertis berharap lintas generasi dari mana pun bisa tampil dalam pertunjukan gelar seni di TMII. Karena menurutnya, TMII keberadaannya memang harus bisa diterima oleh berbagai lapisan masyarakat.

“Sebanyak-banyaknya manfaat budaya bisa diambil oleh kalangan masyarakat, khususnya generasi muda anak bangsa,” ujarnya.

Perkembangan musik rock dalam industri musik Indonesia dalam dua dekade terakhir semakin meningkat, baik dari musisi maupun produksi musiknya.

Melihat fenomena tersebut, melalui konser ini Batavia Chamber Orchestra ingin mewadahi mahasiswa untuk mengapresiasi dan turut berkontribusi positif dalam perkembangan musik rock di Indonesia melalui konser tahunan yang bertajuk ‘BCO’s 5th Annual Concert : Rock in Night-Go Loud or Go Home’.

Konser ini menampilkan lagu-lagu rock dan lagu legendaris Indonesia maupun mancanegara.

Seperti Dewa 19, Slank, God Bless, Bon Jovi, Dream Theater, Queen dan lainnya. Semua lagu itu dikemas dalam aransemen khas Batavia Chamber Orchestra yang kemudian dikolaborasi dengan ekstrakurikuler yang ada di program studi pendidikan musik UNJ.

Lihat juga...