BBPOM Padang: Hati-hati Belanja ‘Online’ Obat Tradisional

Editor: Makmun Hidayat

PADANG — Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Padang, Sumatera Barat, mengingatkan kepada masyarakat untuk berhati-hati saat membeli obat tradisional di situs belanja online. Sebab, besar kemungkinan obat-obat tradisional seperti jamu yang dijual tersebut, tidak memiliki izin BBPOM.

Plt. Kepala Balai Badan POM Padang, Elyunaida, mengatakan, pihaknya selau menyampaikan kepada masyarakat untuk tidak terburu-buru bertransaksi membeli obat jamu di situs belanja tersebut. Perlu banyak hal yang diperhatikan guna memastikan obat tersebut aman atau tidak dikonsumsi.

“Setiap obat yang dijual itu harus ada izin BBPOM-nya. Jadi jika ingin belanja online itu, cek izin BBPOM-nya dengan angka 11 digit. Lalu cek di situs BBPOM, jika tidak terdaftar, jangan dibeli, berisiko untuk kesehatan,” katanya, Kamis (27/2/2020).

Ia menyebutkan, saat ini belanja online telah menjadi tren banyak orang di era perkembangan tekonologi ini. Banyak hal bisa dilakukan, termasuk berbelanja kebutuhan. Namun khusus untuk belanja obat itu, jika bisa disarahkan beli di apotik saja.

Menurutnya, apabila membeli obat di apotek lebih aman dan dipercaya, karena yang namanyba obat-obat yang masuk ke apotek itu telah memiliki izin dari BBPOM. Akan tetapi, bila tetap ingin berbelanja secara online, diingatkan untuk melihat izin edarnya obat tersebut.

“Sekarang itu cukup banyak obat-obat tradisional itu di jual secara online. Karena berjualan secara online tidak perlu ada izin, seperti membuka usaha apotek. Jadi sulit dibatasi juga, sehingga yang perlu di ingatkan itu kepada konsumennya, ya harus cerdas dalam berbelanja secara online,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Pengawasan Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan Badan POM RI, Martin Suhendri, mengakui, bahwa disitus belanja online bahkan di media sosial banyak menjual obat tradisional tersebut. Harusnya, masyarakat tidak tergius adanya penawaran penjualan obat secara online tersebut.

“Loginya, jika berizin maka bakal dijual secara terang-terangan di apotek. Sekarang jualnya malah secara online, tanda-tanda yang mencurigakan itu,” jelasnya.

Martin menyatakan, perlu jeli dalam berbelanja obat-obatan secara online tersebut. Sebab apabila terkonsumsi obat yang dibeli tanpa ada izin edar dari BBPOM, risikonya bisa kematian.

“Ada jenis obat yang berdampak buruk bagi kesehatan. Sebut saja obat suplemen pria, bisa berdampak kepada jantung, karena tidak cocok dosisnya. Belum lagi dampak kepada kondisi kesehatan lainnya. Hal ini yang perlu diingat, bahwa kesehatan yang paling utama,” tegasnya.

Untuk itu, Martin mengimbau kepada masyarakat lakukanlah langkah-langkah yang cerdas dalam berbelanja obat. Seperti cek no register sebanyak 11 digit, setelah itu di cek lagi ke situs BBPOM. Jika tidak muncul berarti obat tersebut ilegal.

Menurutnya, terkait penggunaan obat tidak berizin tersebut perlu dihindari, karena dampaknya mungkin ada yang tidak dalam jangka pendek, tapi malah jangka panjang. Namun, yang namanya efek itu, ancamannya ialah kesehatan yang sewaktu-waktu bisa merenggut nyawa.

“Jadi saya berharap betul, tidak untuk masyarakat Sumatera Barat, tapi seluruh daerah di Indonesia, mari jadi konsumen cerdas. Utamakan kesehatan, dari pada ikut-ikutan belanja online, yang jadi tren kininya,” harapnya.

Lihat juga...