BMKG Imbau Warga Nunukan Waspada Musim Kering

Ilustrasi -Dok: CDN

NUNUKAN – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), menyebutkan memasuki Februari hingga Maret 2020 perlu diwaspadai ancaman musim kering di wilayah Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

BMKG Kabupaten Nunukan melalui pejabat Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG), Taufik Rahman, menyatakan, berdasarkan data normal dari BMKG, bahwa fase bulan kering akan terjadi pada Februari hingga Maret 2020.

Curah hujan yang terjadi akan sangat minim dilihat dari hasil data hari tanpa hujan (HTH) selama tiga hari berturut-turut. Prakiraan peluang hujan yang terjadi dan curah hujan yang terjadi saat bulan kering sangat minim, bahkan di bawah normal (kurang dari 20 mm/ dasarian).

Taufik menyatakan, kejadian tahun-tahun sebelumnya memang pada Februari hingga Maret di Kabupaten Nunukan masuk fase kering, sehingga terjadi krisis air bersih.

Dampak dari kekeringan ini bisa meluas di daerah ini, jika tidak diantisipasi sebaik mungkin, yakni lahan pertanian juga terancam kekeringan serta potensi peningkatan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Menurut Taufik, terkait ancaman kekeringan ini sudah diinformasikan jauh hari sejak akhir 2019, agar waspada saat memasuki periode waktu DJF (Desember Januari Februari) untuk antisipasi kekeringan.

Dampak dari kekeringan yang melanda Kabupaten Nunukan saat ini terbukti dari laporan masyarakat yang mengeluhkan kurangnya pasokan air dari PDAM, karena embung mengering akibat minimnya hujan.

BMKG Nunukan mengimbau kepada masyarakat untuk menggunakan air sewajarnya, dan bagi petani menghentikan sementara penanaman di lahan yang mengalami kekeringan sampai mendekati fase bulan basah untuk menghindari gagal panen.

Beberapa langkah solusi yang ditawarkan BMKG Nunukan seperti rehabilitasi hutan yang sudah gundul, sebagai solusi jangka panjang, serta menjaga Wilayah daerah aliran sungai (DAS) yang mengalami pendangkalan serta masyarakat yang bermukim di sekitarnya untuk lebih menjaga lingkungan dan rekondisi embung-embung.

Lebih penting lagi menjaga daerah hulu sungai yang merupakan sumber air, dalam hal ini mulai menghijaukan kembali di area sekitarnya. Agar daerah hulu sungai yang bisa menjadi sumber air tetap menjaga hutan supaya banyak resapan air yang efektif, sehingga menjaga cadangan air saat masuk fase kering. (Ant)

Lihat juga...