BNPB Luncurkan Platform Pelaporan Bencana via Medsos

Editor: Koko Triarko

Kepala BNPB, Doni Monardo, memberikan sambutan dalam peluncuran Petabencana.id di Gedung BNPB, Jakarta, Selasa (11/2/2020). -Foto: M Hajoran

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Yayasan Peta Bencana, meluncurkan platform PetaBencana.id secara nasional, sebagai wujud kegiatan nasional kesiapsiagaan.

Kepala BNPB, Doni Monardo, mengatakan dalam menyikapi bencana, masyarakat dapat membantu sesama untuk mengetahui situasi terkini, sehingga kita dapat bersama-sama mengurangi risiko bencana.

“Tidak mungkin pemerintah melakukan sendiri dalam menginformasikan kepada masyarakat. Tetapi, peran serta mereka dalam memberikan informasi sangat penting,” kata Kepala BNPB, Doni Monardo, dalam peluncuran Petabencana.id di Gedung BNPB, Jakarta, Selasa (11/2/2020).

Dalam kegiatan kesiapsiagaan bencana berbasis masyarakat ini, kata Doni, lebih dari 125 sekolah, BPBD, lembaga nonpemerintah, dan bisnis di Indonesia secara bersamaan menggelar mural bertemakan bencana di komunitas masing-masing, sebagai bagian dari #112Challenge.

Semua mengajak teman, keluarga, tetangga, dan komunitas di sekitar untuk berfoto dengan mural dan memposting laporan simulasi bencana ke platform PetaBencana.id.

Terhitung saat ini, semua penduduk Indonesia bisa mengirimkan laporan bencana dengan mencuit @petabencana, mengirim pesan facebook ke @petabencana, atau mengirim pesan telegram ke @bencanabot.

“Pemerintah juga memantau peta tersebut untuk mengukur situasi dan respons yang sesuai, juga dapat menampilkan kondisi terkini pada peta untuk memperingatkan warga tentang kondisi bencana,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Agus Wibowo mengatakan, platform ini menyediakan keterbukaan akses pada informasi darurat yang dibutuhkan untuk membuat keputusan bagi warga, organisasi komunitas, lembaga kemanusiaan, dan lembaga pemerintah, sehingga membangun kolaborasi dan respons yang terkoordinasi dalam kejadian bencana di seluruh wilayah Indonesia.

“Sejak 2013, PetaBencana.id sudah digunakan oleh jutaan pengguna di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) serta kota besar lain seperti Kota Bandung, Semarang dan Surabaya. Yayasan Peta Bencana mengembangkan platform tersebut dan memenangkan beberapa penghargaan seperti United Nations Public Service Award 2019. Palang Merah Internasional juga merekomendasikan proyek ini sebagai model untuk partisipasi masyarakat dalam respon bencana,” ungkapnya.

Mengacu pada hal tersebut merupakan bukti, bahwa pengumpulan, pembagian dan visualisasi data berbasis komunitas telah mengurangi risiko bencana dan membantu upaya pertolongan, pada 2020 platform ini akan berekspansi untuk mendukung seluruh Indonesia.

“Selanjutnya masih di tahun yang sama, PetaBencana.id juga akan mengembangkan mekanisme laporan dengan menyertakan laporan bencana lain, termasuk gunung api, gempa bumi, angin kencang, dan kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya.

Direktur PetaBencana.id, Nashin Mahtani, menyampaikan bahwa PetaBencana.id adalah platform yang terbuka dan gratis dalam menyediakan informasi bencana real time dan komunikasi transparan antara warga dan lembaga pemerintah, untuk mengurangi risiko dan mempercepat waktu tanggap darurat.

Platform online ini, sebutnya, memanfaatkan penggunaan media sosial untuk memilah informasi bencana dari warga di lokasi bencana, yang memiliki informasi paling mutakhir, dan menampilkan informasi ini langsung  dalam peta berbasis web.

“Dengan mengintegrasikan kearifan lokal dari berbagai sumber data ke dalam satu platform yang kokoh, PetaBencana.id dapat menghasilkan gambaran yang komprehensif dari kejadian bencana, dan memungkinkan warga, lembaga kemanusiaan, dan instansi pemerintah untuk membuat keputusan berbasis informasi yang memadai pada keadaan darurat,” ujarnya.

Lihat juga...