Budidaya Lele Sangkuriang Dijalankan di DCML Cilongok

Editor: Makmun Hidayat

BANYUMAS — Budidaya lele jenis sangkuriang dipilih sebagai salah satu usaha yang dijalankan Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Cilongok, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas karena banyak keunggulannya. Selain ukurannya yang lebih besar dibanding lele jenis lainnya, lele sangkuriang juga lebih cepat panen yaitu hanya dalam 20 hari.

Kepala Pengelola Dapur Komunal Gula, Tri Riyanto mengatakan, pemilihan jenis lele ini sudah melalui diskusi yang cukup panjang. Dan sebelumnya, ia dan beberapa petani Cilongok juga sudah mengikuti pelatihan budidaya lele.

“Jadi yang terbaik pilihan kita adalah lele sangkuriang, karena perkembangbiakannya cepat dan peluang keberhasilan telur menetas tinggi,” jelasnya, Kamis (26/2/2020).

Kepala Pengelola Dapur Komunal Gula, Tri Riyanto bersama salah satu petani Cilongok, Risam, Kamis (27/2/2020) di dapur komunal Cilongok. -Foto: Hermiana E. Effendi

Lebih lanjut Tri Riyanto menjelasakan, jika bertelur, lele sangkuriang bisa menghasilkan telur hingga puluhan ribu. Dan lele jenis ini mampu bertahan hidup dalam kondisi yang minim air.

Meskipun begitu, Tri Riyanto tidak menampik jika lele jenis ini juga mempunyai kekurangan. Namun, kekurangan tersebut sudah dipelajari sejak awal dan dia optimis bisa mengatasinya. Misalnya, adaptasi lele sangkuriang terhadap tingkat keasaman air atau pH rendah. Hal ini sudah dipelajari dan bisa diatasi dengan cara saat menguras kolam, hanya sebagian air yang dibuang, sehingga keasaman air tetap terjaga.

“Dalam menentukan jenis usaha, kita pasti melalui pemikiran yang matang dan diskusi dengan pihak Yayasan Damandiri. Sehingga beberapa kali, sempat terjadi perubahan rencana. Namun semua itu demi persiapan yang lebih matang, supay usaha berjalan sesuai dengan target,” terangnya.

Sekarang ini, sebanyak 20 bioflok berukuran masing-masing 3 x 3 meter untuk budidaya lele sangkuriang, sudah selesai dibuat. Namun, bibit lele belum datang, kemungkinan akhir pekan ini baru tiba di Cilongok.

Sementara itu, salah satu petani yang ikut pelatihan budidaya lele, Risam mengatakan, pengetahuan yang diperoleh selama mengikuti pelatihan di sentra budidaya lele milik salah satu peternak lele di Desa Gumiwang, Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara, ia mendapatkan banyak pengetahuan seputar beternak lele. Dan saat ini, ilmu tersebut sudah diterapkan di dapur komunal gula kelapa dengan membuat bioflok.

“Selain mendapatkan pengetahuan tentang budidaya lele, saya juga sekarang ikut bekerja di dapur komunal. Keberadaan dapur komunal dengan berbagai macam usahanya ini, benar-benar mengangkat nasib beberapa penduduk Desa Cilongok. Dapur komunal ini seperti pusat bisnis pertanian dan peternakan yang berada di tengah desa,” tuturnya.

Lihat juga...