Bupati Banyumas Ajak Masyarakat Teladani Joko Kaiman

Editor: Makmun Hidayat

BANYUMAS — Memasuki rangkaian peringatan HUT Kabupaten Banyumas ke-449, Bupati Banyumas, Achmad Husein mengajak para pejabat serta masyarakat Banyumas untuk meneladani jiwa ksatria dan rela berkoban dari tokoh pendiri Banyumas, Joko Kaiman.

Ajakan tersebut disampaikan Bupati saat melakukan acara ziarah ke makam Joko Kaiman, bupati pertama Banyumas yang berada di Dawuhan, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas. Pada kesempatan tersebut, Husein juga mengingatkan, untuk selalu mengenang jasa pendiri Banyumas, sehingga sejarah Banyumas akan terus dipahami hingga anak-cucu.

“Kabupaten Banyumas bisa maju seperti sekarang ini, antara lain karena jasa beliau, Joko Kaiman yang sudah mendirikan Banyumas,” kata Husein, Jumat (14/2/2020).

Bupati menjelaskan, Raden Joko Kaiman mempunyai jiwa yang kesatria dan tidak mementingkan diri sendiri. Ketika mendapat hadiah dari Sultan Pajang Hadiwijaya berupa penobatan sebagai Adipati Warga Utama II dan mendapatkan daerah kekuasaan. Joko Kaiman memilih untuk membagi wilayah kekuasaannya menjadi empat bagian dan dibagikan kepada saudara-saudaranya. Sehingga dengan wilayah yang tidak terlalu luas, maka Joko Kaiman bisa memakmurkan wilayah Banyumas.

Keputusan Joko Kaiman tersebut, lanjut Husein, merupakan  wujud dari rasa welas asih, mau berbagi, mau berkorban dan disertai perhitungan yang matang untuk masa depan.

“Kita yang meneruskan dan mengawal Kabupaten Banyumas sekarang ini, seharusnya banyak melakukan introspeksi diri dan berkaca pada ketauladanan pendiri Banyumas, Raden Joko Kaiman,” tuturnya.

Ziarah diawali dengan tahlilan yang dipimpin oleh juru kunci Makam Dawuhan, Sukirman. Bupati Banyumas  didampingi, Wakil Bupati Sadewo Tri Lastiono, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Banyumas Subagyo, Sekda Banyumas Wahyu Budi Saptono dan anggota Forkompinda, berada di cungkup makam dan kemudian mereka memanjatkan doa bersama. Ziarah diakhir dengan tabur bunga di makam.

Sementara itu, selama ziarah berlangsung, masyarakat Desa Dawuhan berbondong-bondong datang ke lokasi makam. Tradisi ziarah menjelang HUT Kabupaten Banyumas ini sudah berlangsung lama dan masyarakat sekitar memanfaatkan momentum tersebut untuk sekedar menyapa para pejabat yang datang ke makam.

“Bisa ketemu Pak Bupati kalau di acara ziarah makam Joko Kaiman ini saja,” kata salah satu warga Dawuhan, Sutrisno.

Trandisi lainnya yang juga ditunggu-tunggu oleh masyakat adalah, saat keluar dari kawasan makam, bupati dan rombongan akan membagikan uang kepada masyarakat. Meskipun hanya mendapatkan uang Rp 10.000 ataupun Rp 20.000, masyarakat terlihat sangat senang dan berebut untuk menyalami rombongan.

Lihat juga...