Covid-19 di Eropa, Yunani Laporkan Kasus Pertama

Bruce Aylward, ketua tim internasional misi bersama WHO-China untuk virus corona COVID-19, berbicara kepada para wartawan di kantor Organisasi Kesehatan Duni (WHO) di Jenewa, Swiss, Selasa (25/2/2020) – Foto Ant

ATHENA – Pemerintah Yunani melaporkan kasus pertama pasien terjangkit virus corona baru atau COVID-19. Hal itu diungkapkan pernyataan resmi dari Kementerian Kesehatan setempat, Rabu (26/2/2020).

Pasien yang terjangkit virus merupakan seorang perempuan berusia 38 tahun. “Sebelum tertular COVID-19, ia sempat berpergian ke Italia Utara. Saat ini pasien dalam keadaan sehat dan terus diawasi oleh para ahli di Thessaloniki,” ujar kata juru bicara Kementerian Kesehatan Yunani, Sotiris Tsiodras, Rabu (26/2/2020).

Otoritas di Yunani masih memeriksa orang-orang yang ditemui oleh pasien tersebut. Jika mereka sempat berdekatan dengan pelaku, otoritas terkait akan menempatkan pihak itu dalam karantina. Virus corona, yang dicurigai bermula dari pasar jual beli hewan hidup di Kota Wuhan, Provinsi, Hubei, China pada akhir tahun lalu, telah menular ke sekitar 80.000 orang. Serta menewaskan lebih dari 2.700 penduduk China.

Penyakit dari COVID-19 memiliki gejala mirip flu dan infeksi pernapasan lainnya. Virus itu ditularkan dari satu orang ke pihak lain melalui kontak cairan tubuh yang dapat berasal dari batuk atau bersin. Yunani, negara berpenduduk 11 juta jiwa dan menjadi destinasi wisata lebih dari 30 juta turis tiap tahunnya. Menghadapi wabah ini, mereka telah menyiapkan 13 rumah sakit untuk menjadi tempat perawatan khusus pasien terjangkit COVID-19.

Sementara itu, sebuah tes yang dilakukan pemerintah Brazil berhasil mengonfirmasi kasus pertama virus corona di Amerika Latin. Seorang sumber pada Rabu (26/2/2020) menyebut, rumah sakit di Sao Paulo menandai kemungkinan adanya infeksi terhadap seseorang berusia 61 tahun yang telah mengunjungi Italia.

Diagnosis tersebut muncul pada saat libur karnaval Brazil, yang merupakan waktu puncak untuk perjalanan domestik. Tepatnya,  ketika jutaan orang bersuka ria ke kota-kota besar untuk perayaan jalanan yang riuh. Kementerian Kesehatan Brazil menolak mengomentari hasil tes tersebut. Sementara orang yang akrab dengan masalah ini berbicara dengan syarat anonim, karena hasilnya belum dipublikasikan.

Kementerian Kesehatan Brazil mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Selasa (25/2/2020) malam, pihaknya sedang menyelidiki kasus seorang warga Sao Paulo, yang melakukan perjalanan ke Lombardy, di Italia utara, dari 9 Februari hingga 21 Februari. Orang tersebut dikatakan, memiliki gejala yang sesuai dengan infeksi corona.

Italia menjadi negara di Eropa yang paling terpukul akibat wabah virus corona, dengan lebih dari 350 kasus dilaporkan dan 11 kematian. Rumah Sakit Albert Einstein di Sao Paulo mengatakan, pria itu dinyatakan positif saat dites PCR pada Senin (24/2/2020). Hasilnya diberitahukan ke badan epidemiologi negara bagian Sao Paulo pada Selasa (25/2/2020). “Dia tetap dalam kondisi kesehatan yang baik dan akan dimonitor secara terpisah selama 14 hari ke depan,” kata rumah sakit itu dalam sebuah pernyataan tertulis.

Agen Sanitasi Brazil, Anvisa mengatakan, telah meminta daftar penumpang pada penerbangan yang sama dari Italia ke Brazil. Meskipun kasus di Sao Paulo adalah yang pertama di Brazil yang dikonfirmasi sebagai virus corona tipe baru, negara tersebut telah melacak dugaan kasus ketika para pelancong kembali dari Asia dan Eropa. “Kasus yang diduga terakhir muncul di negara bagian timur laut Pernambuco, tempat seorang wanita berusia 51 tahun yang datang minggu ini dari Italia dengan gejala flu ringan,” ujar sekretariat kesehatan negara. (Ant)

Lihat juga...