Damandiri Gelar Pelatihan Anggota Koperasi Krambilsawit

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

YOGYAKARTA – Yayasan Damandiri selaku pendamping Desa Cerdas Mandiri Lestari Krambilsawit, Saptosari, Gunungkidul, menggelar acara pelatihan, sosialisasi sekaligus Bimtek Percepatan Anggota Koperasi bertempat di Balai Desa setempat.

Pelatihan dan Bimtek ini digelar sebagai bagian pendampingan Yayasan Damandiri kepada koperasi binaan yakni KUD SHS Mandiri Krambilsawit, yang telah berjalan sejak tahun 2018 silam.

Selain dihadiri perwakilan pengurus Yayasan Damandiri yakni Manajer Umum Koperasi Sekunder KBSM (Koperasi Bangun Sejahtera Mandiri) Lasworo Suyono selalu holding Yayasan Damandiri di bidang finance, acara ini juga dihadiri seluruh pengurus KUD SHS Mandiri Krambilsawit.

Termasuk juga sekitar 100 warga yang terdiri dari 15 pengurus kelompok, 30 pengurus sub kelompok, beserta sejumlah warga maupun anggota koperasi yang tersebar di 7 wilayah dusun Krambilsawit.

Manajer Usaha Koperasi SHS Mandiri Krambilsawit, Emi Malina, mengatakan, melalui kegiatan pelatihan serta bimtek ini Yayasan Damandiri bersama Koperasi SHS Mandiri Krambilsawit berupaya melakukan sosialisasi sekaligus mendorong dan mengajak warga agar turut berpartisipasi aktif dalam memajukan koperasi. Salah satu hal yang paling mudah dilakukan adalah dengan menjadi anggota koperasi itu sendiri.

Manajer Usaha Koperasi SHS Mandiri Krambilsawit, Emi Malina, saat ditemui Cendana News, belum lama ini. Foto: Jatmika H Kusmargana

“Tujuannya tak lain adalah untuk meningkatkan pendapatan warga desa Krambilsawit itu sendiri. Khususnya warga miskin atau kelompok pra sejahtera dan sejahtera 1. Karena dengan menjadi anggota koperasi, mereka akan diberikan pinjaman modal usaha,” katanya, belum lama ini.

Menurut Emi dengan menjadi anggota koperasi banyak keuntungan yang akan didapatkan warga desa Krambilsawit.

Pasalnya koperasi menerapkan prinsip ekonomi gorong-gorong dan kekeluargaan. Sehingga akan memudahkan setiap anggotanya dalam mengakses dana pinjaman. Tidak seperti lembaga keuangan lainnya yang cenderung mencari keuntungan semata.

“Koperasi itu kan sifatnya kekeluargaan. Jadi setiap anggota mudah mengakses dana pinjaman. Juga bisa menabung. Tidak ada beban bunga. Justru diberi jasa melalui simpanan sukarela. Ketika melakukan pinjaman juga tidak ada agunan. Jadi lebih mudah,” ungkapnya.

Lihat juga...