Dana BOS Bisa Untuk Gaji Guru Honorer

MAUMERE – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, melalui Permendikbud Nomor 8 Tahun 2020, menyebutkan bahwa 50 persen Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dapat digunakan untuk membayar guru honorer, namun hanya guru honorer yang memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK).

Selain itu, guru honorer tersebut belum memiliki sertifikasi pendidik, dan tercatat di data pokok pendidikan (Dapodik) pada 31 Desember 2019, sehingga dana BOS tidak bisa digunakan untuk membayar gaji guru honorer baru.

“Petunjuk teknis soal penggunaan dana BOS 2020 sudah kami terima. Kewenangannya tentu ada pada pihak sekolah masing-masing, baik swasta maupun negeri,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olah Raga (PKO) kabupaten Sikka, Manyela da Cunha, Kamis (20/2/2020).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olah Raga kabupaten Sikka, Manyela da Cunha, saat ditemui di kantornya, Kamis (20/2/2020). –Foto: Ebed de Rosary

Yel, sapaannya menyebutkan, dana BOS uang membayar gaji guru honnorer di kabupaten Sikka sebelumnya untuk sekolah negeri sebesar 15 persen, sementara untuk swasta mencapai 50 persen.

Kepala sekolah mantan camat Waigete ini memiliki kewenangan untuk mengatur penggunaan dana tersebut, sementara Dinas PKO Sikka hanya melakukan pengawasan, karena dana BOS langsung ditransfer dari kementerian ke rekening sekolah masing-masing.

“Kita berharap, sekolah harus siap mengelola dana itu sesuai ketentuan, dan tidak terlambat dalam membuat laporan. Kami dari dinas hanya pengawasan dan pembinaan serta melakukan fasilitasi bila terjadi keterlambatan dan kesalahan dalam laporan,” paparnya.

Yel memaparkan, jumlah sekolah TK di kabupaten Sikka dua sekolah statusnya negeri sedangkan sekolah  swasta berjumlah 93 sekolah.

Sejak tidak ada penerimaan guru PNS, kata dia, jumlah guru PNS di kabupaten Sikka akan tetap kurang, karena pihaknya juga mengalokasikan guru berstatus PNS bertugas ke sekolah swasta.

“Jumlah Sekolah Dasar di kabupaten Sikka ada 343, di mana 192 merupakan sekolah negeri dan 151 lainnya berstatus sekolah swasta. Jumlah SMP 91 sekolah di mana sekolah negeri ada 40 sementara sekolah swasta 51 sekolah,” paparny.

Maria Marseli, guru honor di SDN Kepiketik, desa Egon, kecamatan Waigete, yang sudah 7 tahun mengabdi, bersyukur dengan adanya aloaksi dana BOS untuk membayar gaji guru honorer.

Menurut Seli, sapaannya, selama 7 tahun dirinya hanya mendapatkan gaji Rp70 ribu, sementara teman guru honor lainnya hanya mendapat gaji Rp50 ribu sebulan, karena baru 3 tahun mengajar, bahkan kurang.

“Kami bersyukur sekali bila dan BOS bisa dipergunakan sebesar 50 persen untuk membayar gaji guru honor. Di sekolah kami ada 7 guru dan 2 orang berstatus PNS dan 5 lainnya guru honor komite,” ujarnya.

Setelah diberitakan media, kata Seli, 5 orang guru honor tersebut mendapatkan bantuan dana dari berbagai lembaga, sehingga mereka sudah memiliki dana untuk membiayai kebutuhan keluarga.

Dirinya berterima kasih, karena peran media membuat nasib mereka guru honor yang bergaji sangat minim di sekolahnya, bisa mendapat perhatian dari pemerintah pusat, termasuk menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Lihat juga...