Dandim Sikka Minta Wartawan Sosialisasikan Pencegahan DBD

Editor: Makmun Hidayat

 MAUMERE — Komandan Distrik Militer 1603 Sikka, NTT, Letkol Inf. M. Zulnalendra Utama berharap kepada para wartawan agar bisa sosialisasikan tentang Demam Berdarah Dengue (DBD) dan bagaimana cara mencegahnya agar timbul kesadaran di masyarakat supaya kasus DBD bisa menurun.

“Saya berharap agar wartawan bisa membantu memberi edukasi kepada masyarakat soal pencegahan DBD. Kebiasaan hidup bersih bisa tumbuh bila diberikan pencerahan-pencerahan,” pinta Zulnalendra, Rabu (26/2/2020).

Dandim 1603 Sikka, Letkol Inf. Zulnalendra Utama,saat pertemuan bersama media di Makodim 1603 Sikka, Rabu (26/2/2020). -Foto: Ebed de Rosary

Untuk memberantas DBD, tegas Zulnalendra kita menggunakan segala cara agar tumbuh kesadaran termasuk memberikan penyadaran secara gencar melalui media sosial termasuk memanfaatkan video tron yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Sikka untuk sosialisasi.

Meskipun kegiatan yang dilakukan pemerintah baik sosialisasi maupun pembersihan lingkungan sudah dilakukan, namun harus lebih gencar dilakukan agar bisa mencuci otak dan menumbuhkan kesadaran masyarakat.

“Saya melihat sosialisasinya kurang gencar. Kita sibuk rapat tetapi masyarakat belum mengetahui apa itu Demam Berdarah Dengue (DBD),” tuturnya.

Dikatakan Zulnalendra, kalau semua masyarakat sadar, misalnya menggunakan kelambu, membersihkan lingkungan serta menanam lavender agar nyamuk demam berdarah tidak menggigit.

Sementera itu, Kensius Didimus, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sikka yang juga diberikan mandat oleh bupati Sikka guna memberantas penyakit demam berdarah yang menyebar di semua wilayah kecamatan, mengatakan dalam memberantas DBD harus melibatkan semua lini dan semua unsur, bukan saja dari Dinas Kesehatan, tapi semua perangkat daerah terkait serta semua masyarakat Kabupaten Sikka.

“Kita harus kerahkan agar semua warga membersihkan rumah dan lingkungannya masing-masing. Gerakannya harus masif dan sosialisasi dilakukan setiap hari dan tidak bisa lagi dilakukan secara spontan,” ujarnya.

Kensius menyebutkan, dirinya akan berkordinasi dengan bupati Sikka untuk meminta instruksi bila memungkinkan ada hari libur khusus untuk semua masyarakat agar bisa membersihkan rumah dan lingkungannya.

Dibertiakan sebelumnya, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Sikka terjadi peningkatan, hingga Selasa (25/2/2020) mencapai 868 kasus yang merenggut nyawa 8 orang anak di kabupaten ini.

Lihat juga...