DCML Cilongok akan Mulai Uji Coba Produksi Kedua Tapioka

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

Mesin pemarutan dan pengayakan sudah tertata di dalam pabrik tepung tapioka di Desa Cilongok, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Senin (25/11/2019). -Foto: Hermiana E. Effendi

BANYUMAS — Dalam minggu ini Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Cilongok, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas binaan Yayasan Damandiri akan melakukan uji coba pengolahan tepung tapioka kedua. Dalam uji coba kali ini singkong dibeli dari 10 orang petani di Desa Cilongok.

Kepala Produksi Pabrik Komunal, Tri Riyanto, Kamis (27/2/2020) di kebun singkong dapur komunal Cilongok. (FOTO : Hermiana E.Effendi)

“Singkongnya kita beli dari petani dengan harga kisaran Rp 2.000 hingga Rp 3.000 per kilogram, karena kebun singkong kita di dapur komunal belum panen,” kata Kepala Produksi Pabrik Komunal, Tri Riyanto, Kamis (27/2/2020).

Kebun singkong yang berada di kawasan dapur komunal saat ini baru memasuki usia 3 bulan. Untuk singkong yang akan diolah menjadi tepung tapioka, minimal bisa dipanen dalam usia 11 bulan.

“Kemarin lahan singkong baru masuk pemupukan ketiga, di campur antara pupuk NPK dan KCL supaya singkong lebih besar dan padat saat dipanen nanti,” jelasnya.

Sementara itu, petani yang memelihara kebun singkong di kawasan dapur komunal, Ade Nurokhman mengatakan, singkong yang bagus untuk diolah menjadi tepung tapioka yaitu ukuran besar, kondisi kulit singkong bagus dan jika digigit akan mengeluarkan air, namun rasanya tidak pahit.

“Untuk pemupukan sangat kita perhatikan, supaya hasilnya maksimal,” katanya.

Lebih lanjut Tri Riyanto menjelaskan, persiapan uji coba kedua ini, bahan baku sudah siap, bahkan pihak Koperasi Utama Sejahtera Mandiri sudah membuat ikatan jual-beli singkong dengan para petani di Cilongok. Untuk pengoperasiannya, tinggal menunggu konveyer atau mesin pengering saja.

Sebagai awal, produksi tepung tapioka ini akan mempekerjakan lima orang pegawai. Antara lain untuk bagian pengupasan, pengayakan hingga pengeringan. Untuk mesin seluruhnya sudah siap.

Tri Riyanto menjelaskan, salah satu kendala dalam pembuatan tepung tapioka adalah hasil rendemen yang fluktuatif. Sehingga dengan jenis singkong yang sama, hasil rendemennya bisa berbeda. Hal ini tentu mempengaruhi banyaknya produksi tepung.

“Kendalanya pada rendemen yang fluktuatif, kalau untuk bahan baku sudah siap semua, dan masuk musim hujan ini, pengeringan dilakukan dengan mesin,” terangnya.

Meskipun bahan baku masih membeli dari petani, namun dalam hitungan bisnis, masih bisa menutup biaya produksi. Sebab, harga jual tepung tapioka per kilogramnya pada kisaran Rp 9.000 sampai Rp 10.000 per kilogram.

Lihat juga...