Dinkes Kota Bekasi Catat 124 Kasus DBD

Editor: Koko Triarko

BEKASI – Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Jawa Barat, mencatat hingga Jumat (21/2/2020) jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) di wilayahnya secara keseluruhan mencapai 124 kasus. Data tersebut terdapat di sejumlah kecamatan wilayah setempat sejak awal Januari hingga Februari. Tapi, jumlah kasus DBD sesuai data Dinkes Kota Bekasi di bulan ini, mengalami penurunan dibanding bulan sebelumnya.

“Januari, sesuai data jumlah kasus DBD di Kota Bekasi mencapai 75 kasus. Sedangkan di Februari sampai hari ini sudah mencapai angka 49 kasus,” ungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Dezi Syukrawati, kepada Cendana News, Jumat (21/2/2020).

Dikatakan, untuk rincian wilayah pada bulan lalu,  kasus DBD tertinggi terjadi di wilayah Kecamatan Bekasi Utara, mencapai 20 kasus, kemudian wilayah Jatiasih 12 kasus, Jatisampurna 8 kasus dan sisanya menyebar di beberapa kecamatan lainnya.

Menurutnya, di Februari jumlah kasus DBD di wilayah Kota Bekasi mengalami penurunan,

Dokter Dezi Syukrawati, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Jumat (21/2/2020). –Foto: M Amin

hanya 49 kasus dengan angka tertinggi terjadi di wilayah Kecamatan Bekasi Bara 9 kasus, Rawalumbu 8 kasus dan Bekasi Utara sendiri hanya 7 kasus.

“Data tersebut hasil koordinasi dan evaluasi kepada UPTD Puskesmas, Jumantik dan WA grup untuk mempercepat proses laporan jika ditemukan penanganan kasus DBD,” ungkap Dezy, sembai menambahkan, bahwa angka dua bulan terakhir menurun jika dibanding tahun sebelumnya.

Namun demikian, dia mengajak seluruh masyarakat Kota Bekasi memasuki musim penghujan sekarang untuk terus meningkatkan kebersihan lingkungan. Pola hidup sehat harus dimulai dari diri sendiri.

“Mari kita jaga diri sendiri. Ajak keluarga menjadi kader jumantik (Juru pemantau jentik) di rumah sendiri,” jelasnya.

Dia juga berharap masyarakat kota Bekasi makin aktif berperan serta dalam pencegahan DBD, sehingga angka kasus DBD bisa ditekan melalui peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan di rumahnya.

Sementara itu Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kota Bekasi, dr. Siti Nurliah, meminta warga terus peduli dengan menjadi juru pemantau jentik (Jumantik).

“Jangan bilang peduli DBD bila belum menjadi Jumantik di rumah sendiri. Jangan beri kesempatan jentik menjadi nyamuk dewasa, dengan menguras, menutup dan membuang air yang menjadi potensi sarang nyamuk,” tukasnya.

Diketahui, total kasus DBD pada 2019 di wilayah Kota Bekasi mencapai 2.484 kasus, dengan jumlah korban jiwa mencapai tiga orang.

Sementara Kepala Puskesmas kelurahan Pekayon Jaya, Agung, dikonfirmasi terpisah mengatakan, di wilayahnya belum ditemukan kasus DBD. Namun, dia menegaskan antisipasi terus dilakukan.

“Kemarin ada dua, tapi masih dilakukan observasi dengan melakukan pengecekan darah. Jadi belum bisa disimpulkan, masih tahap penyidikan guna memastikan DBD atau demam biasa,” tegasnya.

Lihat juga...