Dinkes Sumbar: Kasus di Limapuluh Kota Bukan Corona

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, Merry Yuliesday, yang ditemui awak media di Padang, Jumat (14/2/2020)/Foto: M. Noli Hendra

PADANG — Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat menepis pemberitaan yang menyebutkan adanya satu orang di Kabupaten Limapuluh Kota diduga terpapar virus corona. Pasien yang dimaksud, didiagnosa mengalami penyakit gagal nafas.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, Merry Yuliesday amat menyayangkan adanya pemberitaan yang menyebutkan satu orang pasien diduga terpapar virus corona. Sebab, pasien yang disebut baru pulang dari Malaysia itu, perawatannya yang kini ada di RSUP M Djamil Padang tidak di berada di ruangan isolasi.

“Kepada pihak rumah sakit harusnya hati-hati memberikan keterangan. Lihat dulu kondisi pasiennya, ciri-ciri gejala penyakitnya bagaimana, sudah melewati masa inkubasi apa belum. Kasihan keluarganya, jika disebut malah diduga terpapar virus corona,” katanya, Jumat (14/2/2020).

Ia menyatakan cukup panjang proses yang dilakukan terhadap penumpang yang datang ke Sumatera Barat ini melalui penerbangan Internasional. Mulai melalui alat thermo screener dan pemberitaan kartu kesehatan kewaspadaan.

Bagi penumpang yang berasal dari negara yang terpapar virus corona, seperti tetangga dengan Indonesia, Singapura dan Malaysia, akan melalui masa inkubasi yakni 3-7 hari. Apabila selama ini kondisi kesehatan baik-baik saja, maka tidak ada hal yang dicurigakan.

“Mungkin bisa saja ada warga yang batuk-batuk, deman, flu, dan lainnya. Tidak bisa dianggap langsung suspect corona. Hitung dulu masa inkubasinya, jika sudah habis, dan kondisinya membaik, berarti bukan terpapar virus corona,” jelasnya.

Ia menyebutkan, terkait adanya warga Limapuluh Kota yang disebut oleh pemberitaan yang beredar, saat ini pasien tengah dirawat di RSUP M Djamil Padang dan di ruangan rawat paru. Pasien itu pada tanggal 13 Februari 2020 pukul 17.50 WIB kemarin, masuk di RS.M Jamil atas Rujukan dr.RS.Ibnu Sina, dengan diagnosa Dokter Sepsis ec CAP dengan ancaman gagal nafas .

Selama ini pasien berdomisili di Negara Malaysia dan bekerja sebagai penjual gorengan. Pasien tiba di Indonesia atau ke kampung halaman di Kabupaten Limapuluh 15 hari yang lalu. Waktu itu menunujuk sudah lewat masa inkubasi.

“Jadi pasien ini tinggal bersama keluarga dengan anggota keluarga 4 orang terdiri dari sepasang suami istri dan dua anak. Sekarang kondisi keluarga baik-baik saja,” tegasnya.

Merry menyebutkan penyebab yang membuat pasien perlu dirujuk ke Padang, dan mendapat perawatan, karana selama ini pasien memiliki riwayat penyakit hipertensi dan asma. Saat pasien tiba di RSUP M Djamil, dan pasien tidak demam dan memiliki suhu 36,5 derajat celcius.

“Kondisi terbaru, kesadaran pasien cukup baik, hanya ada keluhan sesak napas.
Secara umum kondisi pasien baik, tidak ada keluhan penyakit lainnya,” ucapnya.

Merry berharap masyarakat tidak harus resah atas pemberitaan itu, karena sampai sekarang Sumatera Barat dan begitu juga Indonesia masih terbebas dari dampak wabah virus corona.

“Sampai sekarang pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) masih konsisten melakukan pemeriksaan dengan alat thermo screener dan kartu kesehatan kewaspadaan. Hal ini adalah upaya kita untuk mengantisipasi masuknya dampak virus corona,” sebutnya.

Lihat juga...