Duku Komering Tanpa Biji Banyak Diminati Konsumen

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Musim buah  duku atau Lansium domesticum var.domesticum salah satunya dari Komering, Sumatera Selatan banyak diminati karena tanpa biji.

Eka Sri Muheti, pedagang buah duku menyebut varian duku asal Sumatera Selatan dominan berasal dari Baturaja dan Komering. Sebagian buah duku juga berasal dari wilayah Lampung diantaranya kabupaten Tanggamus.

Sri, sapaan akrabnya menyebut menyukai buah duku asal Ogan Komering Ulu Timur atau kerap disebut Komering. Panen buah duku asal Komering menurutnya dominan dijual karena memiliki ciri khas tanpa biji.

Ia mendatangkan buah duku asal Komering dengan cara dikirim distributor. Buah duku tanpa biji menurutnya dijual dengan grade atau kualitas yang berbeda.

Pada grade satu dengan kualitas tanpa biji sempurna harga yang ditawarkan mencapai harga Rp35.000 per kilogram. Pada grade yang biasa dijual seharga Rp25.000 dan duku standar dijual seharga Rp15.000 per kilogram.

Kualitas buah duku yang bagus membuat permintaan buah dengan warna kuning langsat itu banyak diminati.

“Konsumen atau pelanggan memiliki selera yang berbeda jadi bisa memilih langsung, mencicipi buah duku yang disiapkan pada keranjang buah,” terang Eka Sri Muheti saat dikonfirmasi Cendana News, Sabtu (22/2/2020).

Eka Sri Muheti menyebut dalam sehari buah duku yang ia jual mencapai 1 hingga 2 ton. Larisnya duku yang dijual menurutnya karena ia sudah berjualan sekitar 20 tahun lebih.

Dikenal sebagai penjual buah duku Komering konsumen bisa langsung memilih dan menimbang sendiri buah duku yang diminati. Sebelum membeli konsumen bahkan bisa mencucipi langsung duku sebelum dibeli.

Selain menjual dalam bentuk eceran ia mengaku menjual buah duku tanpa biji dengan sistem grosir. Sistem grosir menurutnya dijual dengan keranjang untuk diecerkan kembali oleh pedagang lain.

Musim buah duku menurutnya menjadi kesempatan bagi pedagang musiman untuk menangguk keuntungan. Sebagai buah yang memiliki rasa manis itu cukup tepat disantap dalam berbagai acara.

“Buah duku menjadi buah yang cukup istimewa karena rasanya manis terutama asal Komering,” beber Eka Sri Muheti.

Melisa, salah satu konsumen mengaku menyukai buah duku Komering. Sebab buah tersebut berukuran besar, tanpa biji. Kunci mendapatkan buah duku berkualitas menurutnya dilakukan dengan cara mencicipi.

Melisa, salah satu konsumen pembeli duku komering yang akan digunakan sebagai pencuci mulut dan camilan, ia membeli buah duku Komering tanpa biji yang dibeli seharga Rp25.000 per kilogram, Sabtu (22/2/2020) – Foto: Henk Widi

Pedagang buah duku umumnya akan mengizinkan pembeli mencicipi buah sebelum dibeli. Ia akan memilih duku yang cocok setelah dicicipi terutama yang tanpa biji.

“Meski ada yang memiliki biji namun duku khas Komering dominan tanpa biji, jadi tidak khawatir menelan biji,” terang Melisa.

Menikmati buah duku Komering menurutnya jadi camilan yang pas untuk bersantai. Sebab buah tersebut memiliki tekstur lembut tanpa getah jika kematangan sempurna.

Sekali makan duku Komering Melisa menyebut kerap kurang sehingga membeli rata-rata dua hingga lima kilogram. Ia juga membeli dalam jumlah banyak untuk digunakan sebagai oleh-oleh.

Pembelian duku dalam jumlah banyak kerap dipakai untuk acara keluarga. Sebab buah duku yang kecil bisa disajikan sebagai pendamping buah lain.

Pada acara khusus buah duku Komering akan lebih nikmat disajikan bersama kue lain. Buah duku yang kecil bahkan kerap dinikmati saat acara santai oleh Melisa saat bercengkerama dengan sahabat dan keluarga sembari menonton televisi.

Lihat juga...