Era Digital, Penderita Gangguan Mata Semakin Banyak Ditemui

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

YOGYAKARTA — Di era teknologi digital seperti saat ini, setiap orang mau tak mau dituntut untuk memanfaatkan gawai dan perangkat elektronik dalam mengerjakan berbagai keperluan sehari-hari. Baik itu untuk sarana komunikasi, mengakses informasi, hingga berbagai keperluan lainnya.

Tingginya penggunaan gawai seperti telepon seluler ternyata ikut memberikan dampak negatif terhadap kesehatan mata. Hal itu dibuktikan dengan semakin banyaknya penderita gangguan kesehatan mata, tak terkecuali di kalangan anak-anak dan remaja.

Komandan Kodim 0732 Sleman, Letkol Inf Diantoro SIP, menyebut jumlah anak-anak dan remaja yang memiliki masalah penglihatan saat ini cenderung meningkat. Hal itu terlihat dari pemeriksaan kesehatan mata yang dilakukan jajarannya terhadap pelajar SMP di kecamatan Ngemplak Sleman beberapa waktu lalu.

Dari puluhan siswa yang diperiksa, diketahui ada sekitar 27 anak mengidap gangguan penglihatan. Gangguan pada mata itu muncul di antaranya akibat terlalu sering menggunakan gawai.

“Atas dasar itulah kita berupaya membantu pada siswa yang memiliki keterbatasan fisik khususnya penglihatan ini dengan memberikan kaca mata gratis. Tujuannya tak lain adalah untuk memudahkan para siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar,” ungkapnya di sela kegiatan pembagian kaca mata gratis yang diinisiasi Koramil Ngemplak, Jumat (7/2/2020).

Koramil Ngemplak sendiri melakukan kegiatan sosial berupa pemeriksaan mata hingga pemberian kacamata gratis pada puluhan siswa sekolah, sebagai wujud kepedulian sosial TNI terhadap masyarakat kecil.

“Kegiatan ini digelar sebagai bagian agenda peringatan Hari Juang TNI AS beberapa lalu. Untuk bakti sosiak kali ini, semua diprakarsai Koramil Ngemplak. Mudah-mudahan kegiatan ini mampu menciptakan kedekatan antara TNI dan masyarakat. Tak hanya sekedar dekat, namun juga turut membantu dalam mengatasi berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat,” katanya.

Salah seorang siswa asal SMP Negeri 1 Ngemplak, Rifakdi mengaku mengalami gangguan kesehatan, yakni mata minus sejak beberapa waktu. Menurutnya hal itu dipengaruhi karena dampak penggunaan gawai yang dilakukannya hampir setiap hari.

“Kalau lihat tulisan agak jauh, saya sudah tidak bisa membaca lagi. Paling hanya terlihat samar-samar. Sehingga memang harus mendekatkan mata. Dengan adanya bantuan kacamata ini. Semua jadi bisa terlihat jelas,” ungkapnya.

Lihat juga...