Gereja Ajak Umat Katolik Merawat Bumi pada Masa Prapaskah

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Memasuki masa Prapaskah atau masa menjelang Hari Raya Paskah Gereja Katolik mengajak merawat bumi.

Pastor Unit Pastoral Bakauheni, Petrus Tripomo, Pr menyebut Keuskupan Tanjungkarang mengajak umat untuk menyemangati tema Aksi Puasa Pembangunan (APP) tahun 2020 “Bumi Rumah Kehidupan,”. Merawat bumi dilakukan umat Katolik dengan langkah mencintai lingkungan tempat tinggal.

Melestarikan bumi menurut Pastor Petrus Tripomo dilakukan pada masa Prapaskah sebagai wujud pertobatan.

Sebab sesuai kerangka dasar APP Nasional umat Katolik di Indonesia mengajak menghargai martabat manusia dalam semangat kekeluargaan dan menjaga keseimbangan hidup seluruh ciptaan. Mencintai bumi disebutnya seperti Allah menyediakan hari Sabat untuk mengistirahatkan tanah.

Masa Prapaskah yang ditandai dengan penerimaan abu di dahi menurut Pastor PetrusTripomo mengingatkan akan bumi. Melalui abu, manusia diajak mencintai alam karena semua akan kembali menjadi debu.

Ratusan umat menerima abu di dahi pada perayaan Rabu Abu menandai masa Prapaskah umat Katolik di gereja Santo Petrus dan Paulus, Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, Rabu (26/2/2020) – Foto: Henk Widi

Pertobatan selama masa Prapaskah selama 40 hari dilakukan umat Katolik dengan pantang, puasa dan berdoa. Selain itu umat diajak merawat lingkungan dengan menanam pohon, tidak membuang sampah plastik.

“Perenungan selama Prapaskah bapa Uskup melalui surat Gembala mengajak agar manusia bersifat adil kepada bumi dengan menjaga bumi dari kerusakan, melestarikannya melalui sejumlah langkah konkret,” terang Pastor Petrus Tripomo, Pr dalam khotbahnya pada Rabu Abu, di gereja Santo Petrus dan Paulus, Pasuruan, Rabu malam (26/2/2020).

Perenungan yang harus dilakukan umat disebut Petrus Tripomo dilakukan dengan melihat perkembangan teknologi. Sebab teknologi memungkinkan manusia bisa mengolahnya namun tetap harus dipikirkan bumi adalah warisan anak cucu.

Manusia dianugerahi rahmat untuk hidup bersama di tanah air sehingga perlu merawat taman (bumi) demi kebutuhan masa kini dan generasi mendatang.

Menyitir surat Gembala, pastor Tripomo mengajak umat berekonomi secara bermartabat. Bentuk belarasa berkelanjutan menjadi partisipasi umat Katolik dalam karya penciptaan Allah.

Keluarga Katolik diajak merenungkan makna Bumi Rumah Kehidupan selama 40 hari Prapaskah. Perenungan itu meliputi bumi adalah titipan Tuhan, buki sumber ekonomi, ekonomi yang bermartabat, bumi rumah kehidupan dan gerakan pertobatan serta aksi solidaritas.

“Banyak bencana banjir, bencana alam menjadi perenungan agar menjaga bumi dan memiliki solidaritas,” tegas Petrus Tripomo.

Selama Prapaskah umat Katolik lanjutnya memiliki tiga keutamaan moral. Tiga keutamaan tersebut diajarkan Yesus Kristus meliputi sedekah, berdoa dan berpuasa.

Keutamaan tersebut harus dijalankan bukan untuk pencitraan atau mendapatkan pujian dari sesama. Sebab pujian dari perbuatan baik hanya akan mengakibatkan pamrih dan sifat ingin dipuji.

Selama masa Prapaskah langkah merawat bumi bisa dilakukan umat dengan mengurangi penggunaan sampah plastik.

Selama musim angin barat dan penghujan pantai di Lamsel sebagian mendapat kiriman sampah perairan akibat banjir sungai, Rabu (26/2/2020) – Foto: Henk Widi

Selain itu dari sisi rohani mengajak agar umat yang lain untuk bangkit dari keterpurukan. Sebab selama Prapaskah gereja memberi masa pertobatan dengan laku askese melalui jalan salib dan sejumlah devosi.

“Bertobat saat Prapaskah dilakukan secara sendiri dan dilakukan sebagai komunitas gerejawi,” tegas Petrus Tripomo.

Pertobatan sejati selama Prapaskah yang ditandai dengan pemberian abu di dahi juga diiringi aksi sosial. Melalui aksi puasa pembangunan dengan berderma umat diajak peduli pada sesama yang berkekurangan.

Sejumlah gereja melakukan aksi nyata dengan membantu korban banjir mengirim makanan, pakaian dan kebutuhan lain di wilayah Jakarta dan wilayah lain.

Liturgi Ekaristi Rabu Abu yang diikuti ratusan umat Katolik Stasi Santo Petrus dan Paulus berlangsung khidmat. Usai pemberian abu pada dahi yang telah diberkati perayaan Rabu Abu dilanjutkan dengan Ekaristi penerimaan komuni kudus.

Usai Rabu Abu umat menjalankan masa pantang, puasa selama 40 hari hingga Kamis Putih menyambut perayaan Kebangkitan Yesus atau Paskah.

Lihat juga...