GP Ansor Banyumas Prihatin, Praktik Judi Kembali Marak

Editor: Makmun Hidayat

PURWOKERTO — Maraknya kembali praktik judi di wilayah Banyumas membuat Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Banyumas prihatin. Judi atau togel ini merusak moral bangsa dan perekonomian rakyat.

“Kita sangat prihatin dengan maraknya praktik judi di Banyumas, karena judi atau togel ini merusak moral bangsa dan merusak perekonomian rakyat kecil,” kata Ketua PC GP Ansor, Zaenudin Masdar, Kamis (20/2/2020).

Tak ayal, GP Ansor pun lantas turun memasang ratusan spanduk bertuliskan penolakan terhadap judi. Spanduk tersebut terpampang di berbagai lokasi, mulai dari jalan-jalan protokol hingga pelosok desa.  Zaenudin mengatakan, masing-masing Pimpinan Anak Cabang (PAC) wajib memasang spanduk minimal lima dan di Banyumas ada 27 PAC.

Lebih lanjut Zaenudin menjelaskan, pemasangan spanduk ini merupakan bukti keseriusan Ansor Banyumas mendukung pemberantasan judi togel. Karena  praktik judi togel sudah memprihatinkan, baik secara sosial maupun agama.

Hal senada juga disampaikan Ketua LBH Ansor Banyumas, Abrori. Menurutnya, Ansor sebagai badan otonom Nahdlatul Ulama (NU) yang merupakan ormas terbesar merasa perlu memberi dukungan nyata untuk pemberantasan judi. Dalam hal ini, secara hukum yang berhak melakukan penindakan adalah pihak kepolisian.

Abrori menegaskan, tindakan hukum kepada para pelaku judi togel dharapkan bisa memberikan efek jera, sehingga pihaknya berharap Polresta Banyumas menindak tegas seluruh pelaku judi togel.

“Kami dari Ansor Banyumas memberikan dukungan penuh kepada Polresta Banyumas untuk menindak tegas pelaku judi togel dan menutup lokasi-lokasi togel,” tegasnya.

Kapolresta Banyumas, Kombes Pol Whisnu Caraka, Kamis (20/2/2020) di Polresta Banyumas. -Foto: Hermiana E. Effendi

Dengan adanya dukungan tersebut, lanjutnya, penegak hukum tidak perlu ragu lagi dalam melangkah. Sebab PC GP Ansor merupakan badan otonom yang paling aktif melakukan kaderisasi dan militan. Dan sampai saat ini, keanggotaan GP Ansor Banyumas mencapai 15.000 orang lebih. Sehingga dukungan dari GP Ansor, sama halnya dengan dukungan dari 15.000 lebih warga Banyumas.

Terpisah, Kapolresta Banyumas, Kombes Pol Whisnu Caraka mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk melakukan pemberantasan judi togel. Bahkan sudah dibentuk tim khusus untuk menelusuri keberadaan bandar togel di Banyumas.

“Tim khusus ini bertugas secara senyap, supaya hasilnya maksimal, sehingga memang tidak diketahui oleh pihak luar. Kami berterima kasih atas dukungan dari GP Ansor Banyumas atau pihak manapun yang menyatakan memerangi judi, namun tanpa mengecilkan arti dukungan tersebut, sebenarnya kami sudah melangkah untuk memberantas judi,” kata Whisnu.

Lihat juga...