H(ART)BOUR Festival Dongkrak Penjualan UKM Lamsel

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Kegiatan H(ART)BOUR Festival di Terminal Eksekutif Sosoro, Merak dan Terminal Eksekutif Anjungan Agung, Bakauheni Lampung Selatan (Lamsel) berdampak positif pada sejumlah sektor.

Sektor usaha kecil yang dipasarkan pada terminal eksekutif Bakauheni di antaranya mengalami peningkatan volume penjualan. Produk usaha kecil yang dipasarkan merupakan hasil Usaha Kecil Menengah (UKM).

Suhairul, pengelola gerai Dekranasda Lampung Selatan memperlihatkan produk UKM yang berasal dari sejumlah usaha di Lampung Selatan, Selasa (18/2/2020). -Foto: Henk Widi

Suhairul, pengelola gerai Dekranasda Lamsel menyebut penjualan produk usaha kecil banyak dibeli masyarakat. Produk UKM yang dipasarkan pada gerai Dekranasda menurutnya meliputi kuliner olahan pertanian, kerajinan tangan. Jenis kuliner olahan pertanian meliputi keripik pisang, singkong, kopi bubuk, abon ikan dan kuliner kemasan. Jenis kerajinan meliputi tenun inuh, tapis, topi tukkus dan aksesoris.

Menurut Suhairul, kenaikan tingkat penjualan terlihat dibanding hari biasa sebelum H(ART)BOUR Festival digelar. Semakin banyaknya masyarakat yang tertarik menyeberang melalui terminal eksekutif mendorong pembelian sejumlah produk olahan UKM. Jenis produk yang dominan dibeli meliputi produk kuliner jenis keripik dan kopi. Jenis kerajinan yang diminati meliputi topi tukkus dan kain tapis.

“Pengunjung yang ingin menikmati sejumlah karya seni dan berbagai acara bisa memanfatkan waktu untuk mengunjungi gerai Dekranasda dan tingkat penjualan ikut meningkat,” terang Suhairul saat dikonfirmasi Cendana News, Selasa (18/2/2020).

Kedatangan sejumlah pengunjung ke terminal eksekutif anjungan agung Bakauheni menurut Suhairul berkat adanya gelaran seni selama sebulan. Gelaran H(ART)BOUR Festival sejak 21 Desember 2019 hingga 21 Februari 2020 mendorong masyarakat berkunjung. Sebab selain sebagai tempat transit dan penyeberangan, terminal eksekutif menjadi pusat bisnis.

Produk yang ditawarkan bahkan bisa dinikmati langsung di Dekranasda Lamsel. Jenis produk kopi Lampung Selatan (Kolase) bisa dibeli dengan harga Rp10.000 pergelas. Kopi Kolase yang sudah diseduh bisa dinikmati sembari melihat pemandangan Menara Siger dan Selat Sunda. Dalam sehari penjualan kopi menurutnya bisa mencapai ratusan gelas, lebih banyak dibanding hari biasa.

“H(ART)BOUR Festival memiliki dampak positif dan harapan kami akan ada kegiatan serupa untuk mendongkrak penjualan produk UKM,” tutur Suhairul.

Edarwan, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Lampung saat mengunjungi terminal eksekutif anjungan agung Bakauheni, Selasa (18/2/2020). -Foto: Henk Widi

Edarwan, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Lampung menyebut H(ART)BOUR Festival ikut berdampak positif. Gelaran acara yang dilakukan oleh PT ASDP Indonesia Ferry tersebut sekaligus mendorong pengembangan industri pariwisata di Lampung. Sebab wisatawan yang berkunjung ke Lampung bisa membeli sejumlah produk olahan UKM Lampung.

“Dampak ikutan dari gelaran H(ART)BOUR Festival tentunya jadi daya dorong sektor pariwisata dan usaha kecil di Lampung,” papar Edarwan.

Sinergi antara ASDP dan Pemprov Lampung menurutnya jadi momen untuk mendorong perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Sejumlah pelaku usaha kreatif diantaranya UKM dan usaha pariwisata bisa memanfaatkan fasilitas yang ada. Meski akan berakhir pada 21 Februari mendatang sejumlah kegiatan untuk mendorong usaha kecil, wisata dan sektor lain bisa ditingkatkan.

Darmansyah, Site Manager Indonesia Ferry Property (IFPRO) memastikan gelaran H(ART)BOUR Festival mendongkrak kunjungan masyarakat. Sebab sejumlah karya seni sejumlah seniman masih bisa dinikmati meliputi mural di dinding dan sejumlah lukisan. Masyarakat yang ingin menikmati karya seni di Merak dan Bakauheni menurutnya sekaligus bisa berbelanja. Sebab konsep bisnis terminal eksekutif dipenuhi dengan fasilitas perbelanjaan.

“Kami menyediakan sejumlah kuliner, pusat perbelanjaan fashion dan sekaligus destinasi pariwisata,” cetusnya.

Sejumlah karya seni yang ada di terminal eksekutif menurutnya masih akan dipertahankan. Karya seni Serrum berupa mural berjudul gerbang peradaban, karya Wild Drawing berjudul Facing The Future masih bisa dilihat. Sejumlah lukisan yang ditampilkan bahkan masih bisa dinikmati meski H(ART)BOUR Festival akan berakhir. Sebab selain menikmati seni masyarakat bisa berbelanja sejumlah kebutuhan di terminal eksekutif Anjungan Agung Bakauheni.

Lihat juga...