Hujan Semalaman, Bekasi Kembali Tergenang Banjir

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

BEKASI — Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat, sejak semalam berdampak pada genangan air atau banjir di beberapa titik komplek pemukiman warga.

Banjir akibat curah hujan terjadi di Perumahan Jatibening Permai, Komplek Nasio Jatimekar dan beberapa titik lainnya. Sementara di wilayah Vila Nusa Indah 3 yang berbatasan langsung dengan Bekasi banjir diakibatkan luapan Sungai Cikeas akibat tidak adanya tanggul di wilayah setempat.

Bahkan lokasi Pondok Gede Permai (PGP) dan Vilaa Nusa tiga di Gunung Putri Kabupaten Bogor dilaporkan air sudah mulai masuk ke rumah warga di RW 36. Sementara hasil pantauan KP2C melalui kamera yang terpasang kondisi status pertemuan antara sungai Cileungsi-Cikeas, dinyatakan Siaga satu, Sabtu (8/2/2020).

“Hujan semalaman di Kota Bekasi berdampak genangan air di beberapa pemukiman warga. Seperti di Komplek Nasio, perumahan IKIP, Jati Bening. Biasa karena curah hujan tinggi,” ungkap Kepala BPBD Kota Bekasi, M. Jufri, kepada Cendana News, Sabtu (8/2/2020).

Dikatakan saat ini wilayah yang mengalami genangan air pompa yang dimainkan. Dia pun menyebutkan bahwa kondisi Kali Bekasi sedang mengalami ketinggian. Namun demikian dia memastikan kondisi aman dan BPBD terus melakukan pemantauan dan persiapan.

Jufri, juga mengakui susah mengirim perahu karet untuk mengevakuasi warga di komplek Jatibening Baru.

“Pagi ini BPBD mengirim dua perahu karet di Jati Bening Baru, nanti saya info kan lagi ya,” ungkap Jufri.

Sementara di wilayah Desa Bojongkulur di villa Nusa Indah tiga, terpantau ada dua terdampak banjir seperti RW 36 dan 41 ketinggian air sampai sepaha orang dewasa. Sebagian masuk kerumah warga. Dan rata rata sudah sampai garasi warga .

“Banjir di wilayah RW 36 dan 41 Vila Nusa Indah 3, Kelurahan Gunungputri, Kabupaten Bogor akibat luapan dari sungai Cikeas,” kata Ketua KP2C, Puarman Kahar.

Menurutnya di wilayah Pondok Gede Permai (PGP) Kota Bekasi yang awal Januari lalu mengalami banjir dahsyat juga ikut tergenang. Tapi rata-rata karena pompa air tidak berfungsi.

Sekarang sudah mulai berkurang di vila Jatirasa ada yang sampai masuk rumah karena pompa airnya tidak berfungsi maksimal sekarang dalam tahap perbaikan.

“Kalau di perumahan VNI 3 itu betul betul karena luapan sungai Cikeas yang mengalami kenaikan tinggi maksimal. Kebetulan tanggul pembatas antara sungai dan pemukiman warga tidak ada,” tandas Puarman.

Dikatakan bahwa di VNI 3 betul betul tidak ada tanggul. Bahkan dengan banjir sekarang ini masyarakat menggugat pemerintah untuk segera merealisasikan janjinya membangun tanggul sesuai yang dijanjikan.

“Warga VNI 3 menuntut janji pembangunan, tanggul yang akan dibangun pemerintah . Karena mereka sama sekali tidak ada tanggul air mengalir,” tegas Puarman.

Menurutnya, wilayah lain yang saat ini terjadi genangan air, akibat pintu air ditutup jadi air tidak bisa dialirkan ke sungai.

Lebih lanjut dia mengatakan saat ini tim sudah menurunkan dua perahu karet di wilayah Vila Nusa Indah 3 untuk melakukan evakuasi ringan kepada warga yang merasa khawatir dengan kondisi air yang terjadi saat ini.

Namun demikian dia menegaskan bahwa wilayah tersebut akan terus terjadi banjir jika pemerintah tidak segera membangun tanggul di bibir sungai Cikeas. Karena kondisi antara pemukiman warga dan Sungai Cikeas tanpa tanggul sehingga jika terjadi kenaikan debit air maka akan langsung mengalir begitu saja ke pemukiman warga.

“Jika pemerintah tidak segera melakukan penanggulangan tanggul maka mereka yang ada di VNI 3, akan terus mengalami banjir. Karena sungai Cikeas sudah dangkal sempit tanggul nggak punya pula,”pungkasnya.

Sampai sekarang kondisi hujan masih mengguyur wilayah Kota Bekasi dengan entitas rendah. Hujan sejak pukul 20.00 WIB malam tadi terus terjadi tanpa henti.

Lihat juga...