Hujan, TMA P2C Kota Bekasi Memasuki Level Siaga

Editor: Makmun Hidayat

BEKASI — Tinggi muka air (TMA) di hulu Sungai  Cikeas memasuki level siaga empat. Hal tersebut akan memengaruhi kondisi hulu Sungai Bekasi menyusul hujan yang terus menerus mengguyur wilayah hulu sungai.

Bahkan sesuai data KP2C hingga pukul 13.00 WIB, Senin (24/2/2020) hulu Sungai Bekasi tempat pertemuan Sungai Cikeas dan Cileungsi (P2C) memasuki level siaga 3. Tapi sekarang sudah kembali normal.

“Status kondisi sungai yang dikeluarkan oleh KP2C sesuai laporan pos pantau yang diletakkan di beberapa titik di aliran Sungai Cileungsi dan Cikeas,” ungkap Puarman, Ketua KP2C kepada Cendana News, Senin (24/2/2020).

Puarman, Ketua KP2C usai mengikuti rapat tentang informasi kesiagaan oleh komunitas bersama BNPB, Senin (27/2/2020). -Foto: M. Amin

Dikatakan bahwa jika KP2C sudah mengeluarkan status siaga di hulu sungai baik Cileungsi atau Cikeas hal tersebut sesuai laporan pos pantau. Dan lama perjalanan air dari hulu ke hilir seperti di P2C memakan waktu hingga tiga jam.

Menurutnya setelah di hulu normal maka di hilir akan siaga. Terutama wilayah Kota Bekasi yang menjadi hilir dari dua sungai tersebut.

“Kami imbau masyarakat bisa mendapatkan informasi soal kondisi air dari sumber yang terpercaya agar tidak panik. Dan perlu di pahami bahwa wilayah bantaran Sungai Cileungsi-Cikeas tidak ada hubungannya dengan Bendung Katulampa,” tegasnya.

Selama ini, lanjut dia, banyak warga di bantaran Sungai Cileungsi, Ciekas atau Bekasi khawatir jika ada pernyataan Bendung Katulampa siaga. Padahal, jelasnya tidak ada hubungannya sama sekali dengan bendung tersebut.

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa titik pemantauan sungai beda dengan status tanggap bencana . Level siaga untuk kesiapsiagaan di aliran Sungai Cileungsi, Cikeas dan Bekasi jika sudah dinyatakan siaga satu maka harus waspada dan mulai pindahkan barang berharganya.

Pasca banjir dahsyat 1 Januari 2020, sedimentasi air yang terjadi di Sungai Cileungsi, Cikeas dan P2C (Kali Bekasi) sudah semakin parah. Oleh karena itu KP2C melakukan penyesuaian dan revisi untuk level siaga di ketiga titik pantau KP2C.

“Level siaga yang dikeluarkan KP2C adalah untuk kewaspadaan atas kenaikan TMA di hulu Cileungsi, Cikeas dan P2C (Kali Bekasi). Level siaga sungai ini bukan merupakan sebuah status tanggap darurat banjir, melainkan sebuah informasi peringatan dini dari KP2C kepada warga untuk mewaspadai dampak kenaikan TMA sungai terhadap perumahan di wilayahnya,” tegasnya.

Sementara Kepala BPBD Kota Bekasi M. Jufri di konfirmasi terpisah, mengakui bahwa banjir di beberapa titik wilayah Kota Bekasi sudah surut.

Dia mengatakan banjir di Bekasi ada empat wilayah yang terendam yaitu Kecamatan Medan Satri, Kecamatan Bekasi Utara, Kecamatan Jatiasih dan Kecamatan Bekasi Barat.

Namun demikian dia menyebut bahwa banjir akibat hujan yang melanda Bekasi dengan entitas tinggi berdampak banyak di wilayah Medan Satria dan Kecamatan Bekasi Utara.

“Sudah surut banjirnya. Semoga hujan tidak terlalu lebat lagi. Karena bankir itu akibat curah hujan lokal dan melimpahnya Kali Kapuk yang berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Bekasi di wilayah Medan Satria,” tandasnya.

Kondisi cuaca di Kota Bekasi dalam beberapa hari terakhir terus diguyur hujan dengan entitas besar dan kecil. Terutama pada malam hari hingga siang. Saat ini seharian hujan mengguyur Kota Bekasi dan mendung dari pagi.

Lihat juga...