HUT ke-48 SAR Maumere Rangkul Seluruh Potensi di Daerah

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Dalam memperingati HUT Basarnas ke-48 yang mengusung tema Profesional, Sinergi dan Militan untuk Indonesia Maju, kantor SAR Maumere menggelar apel bendera di lapangan Kota Baru dengan pembina upacara bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo.

“Semua stakeholder, organisasi kemasyarakatan, pemerintah daerah,T NI dan Polri semua kami rangkul dalam menjalankan operasi SAR,” kata kepala kantor SAR Maumere, pulau Flores provnsi NTT, I Putu Sudayana, SE, MAP, Jumat (28/2/2020).

Putu menyebutkan, kantor SAR Maumere menyadari pentingnya merangkul segenap potensi SAR yang ada dalam melakukan operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban kecelakaan dan bencana alam.

Kepala kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas B Maumere, provinsi NTT, I Putu Sudaya,SE, MAP saat diwawancarai di lapangan Kota Baru, Jumat (28/2/2020). Foto: Ebed de Rosary

“Semua potensi SAR dirangkul sehingga tidak ada lagi ego sektoral dan semua bersinergi menjadi tim SAR Gabungan. Semua potensi yang ada di setiap kabupaten di pulau Flores, Lembata dan Alor kami rangkul,” tuturnya.

Putu juga berharap agar media menyebarluaskan operasi SAR yang dilaksanakan sehingga masyarakat bisa mengetahui apa yang dilaksanakan khususnya di kantor SAR Maumere yang membawahi 10 kabupaten.

“Kami terus berupaya memberikan pelayanan terbaik dalam melakukan pencarian dan pertolongan terhadap korban. Memang wilayah kerja SAR Maumere dari Labuan Bajo hingga ke Alor dan menjangkau beberapa pulau,” ujarnya.

Dengan ditetapkannya Labuan Bajo sebagai salah satu destinasi wisata super prioritas kata Putu, maka oleh Basarnas Pusat statusnya ditingkatkan dan fasilitasnya ditambah.

“Kantor pusat Basarnas sudah respon sehingga statusnya akan ditingkatkan dan gedung SAR Labuan Bajo akan dibangun lantai 3. Kapal juga akan didatangkan dari Batam dengan panjang 60 meter dan juga ada helikopter untuk mengantisipasi pertemuan internasional tahun 2021 di Labuan Bajo,” jelasnya.

Kantor SAR Mauemere jelas Putu, telah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah agar minimal pihaknya diberikan hibah tanah agar bisa membangun Pos SAR yang layak.

“Bila harus menunggu kedatangan tim SAR dari Maumere maka respon time-nya lambat atau waktu untuk tiba di lokasi bencana atau kecelakaan lebih lama. Kami berharap pemerintah daerah bisa memberikan hibah tanah bagi kami,” harapnya.

Kalau hanya mengandalkan 3 pos yang ada terang Putu, yakni di Labuan Bajo, Ende dan Alor maka respon time-nya lama sehingga dengan adanya tanah maka akan dibangun pos SAR dan menempatkan personel serta peralatan.

“Ini bertujuan membantu pemerintah daerah juga dalam memberikan rasa aman dan nyaman terhadap masyarakat, karena itu sesuai perintah undang-undang. Tahun 2020 kami mendapat tambahan personel lagi dan mudah-mudahan ke depan akan terus ditambah personelnya,” terangnya.

Saat ini di wilayah Kantor SAR Maumere jelas Putu, hanya ada 51 orang dan idealnya 175 orang sehingga masih kurang banyak. Karena kemampuan pemerintah untuk mengalokasi pegawai terbatas maka jatah yang ada dibagi untuk seluruh kantor di Indonesia.

Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, memberikan apresiasi kepada kantor SAR Maumere yang telah membantu pemerintah dalam berbagai penanganan terkait bencana yang terjadi di wilayah kabupaten Sikka.

“Kami berterima kasih atas keberadaan kantor SAR Maumere yang memberikan pelayanan terhadap korban bencana alam dan kecelakaan yang sering terjadi di kabupaten Sikka,” ungkapnya.

Robi sapaannya menyebutkan, kerjasama yang telah dibangun antar kantor SAR Maumere telah berjalan baik dimana dalam setiap kegiatan penanganan bencana dan kecelakaan koordinasi dengan BPBD serta Tagana selalu terjalin baik.

Lihat juga...