Jepang Bantah Rumor Penundaan Olimpiade 2020

Kembang api menghiasi langit di dekat cincin Olimpiade yang menyala dalam sebuah upacara memperingati enam bulan sebelum dimulainya Olimpiade Tokyo 2020 di Tokyo, Jepang, dalam foto yang diambil Jumat (24/1/2020) – Foto Ant

JAKARTA – Jepang membantah rumor tak bertanggung jawab yang menyebut, penundaan penyelenggaraan Olimpiade 2020 Tokyo. Rumor tersebut mengatakan, penundaan dilakukan akibat wabah virus corona, yang sudah menyebar hampir ke seluruh penjuru Asia.

Dengan sisa waktu 162 hari, hingga upacara pembukaan, virus corona telah memunculkan kekhawatiran dan spekulasi akan penyelenggaraan Olimpiade 2020 Tokyo. Namun, CEO Olimpiade Tokyo, Yoshiro Mori, pada Kamis (13/2/2020) menegaskan, pesta olahraga empat tahunan itu tetap akan digelar sesuai rencana awal, yakni 24 Juli hingga 9 Agustus 2020. Hal itu, menampik kekhawatiran penyebaran virus corona di Negeri Sakura.

“Sehubungan dengan virus Corona, ada banyak sekali desas-desus, tapi saya ingin memperjelas lagi bahwa kami tidak akan menunda atau membatalkan Olimpiade. Kami akan berkoordinasi dengan pemerintah nasional dan menyikapi situasi ini dengan tenang,” kata Mori saat melakukan pertemuan dengan pejabat tinggi Komite Olimpiade Internasional (IOC).

Gubernur Tokyo, Yuriko Koike juga memastikan, pemerintah setempat akan berupaya semaksimal mungkin melindungi semua orang dari virus corona menjelang Olimpiade digelar. Demikian juga yang disampaikan oleh Wali Kota Desa Olimpiade, Saburo Kawabuchi yang mengatakan, meski tak ada yang tahu kapan penyebaran virus corona itu berhenti, pihaknya berharap peningkatan kelembapan dapat membunuh virus tersebut. “Kami memiliki musim hujan yang dapat membunuh virus,” katanya.

Hingga kini, Jepang memang belum melaporkan adanya korban jiwa yang diakibatkan COVID-19, namun sebanyak 28 orang telah dinyatakan terinfeksi virus mematikan itu. Virus corona sebelumnya telah mengacaukan kalender even olahraga di Asia. Beberapa kejuaraan olahraga terpaksa dibatalkan atau dijadwalkan ulang, termasuk kualifikasi tinju dan bola basket untuk Olimpiade yang seharusnya digelar di China.

Tak hanya itu, Formula 1 dan FIA pada Rabu (12/2/2020) juga memutuskan untuk membatalkan seri Grand Prix China, akibat virus corona yang menyebar di negara tersebut. Sementara Hingga Kamis (13/2/2020), China melaporkan hampir 60.000 orang terkonfirmasi terinfeksi virus corona di seluruh wilayah China. (Ant)

Lihat juga...