Kasus Kecelakaan Susur Sungai, Polda DIY Tetapkan Dua Tersangka Baru

Kepala Bidang Humas Polda DIY, Kombes Pol Yuliyanto – Foto Ant

YOGYAKARTA – Jajaran Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta, menetapkan dua tersangka baru, dalam kasus kecelakaan sungai yang dialami siswa-siswi SMPN 1 Turi saat kegiatan Pramuka susur sungai di Sungai Sempor pada Jumat (21/2/2020) lalu.

“Kita menaikkan status dua orang yang terlibat dalam kegiatan pramuka itu menjadi tersangka, dengan inisial DDS dan R,” kata Kepala Bidang Humas Polda DIY, Kombes Pol Yuliyanto di Mapolda DIY, Senin (24/2/2020) malam.

R (58), merupakan ketua gugus depan pramuka di SMPN 1 Turi, Sleman. Pada saat kegiatan susur sungai berlangsung, R tidak ikut mendampingi para siswa, melainkan hanya menunggu di sekolah. “Tidak mendampingi termasuk kelalaian. Seharusnya yang bersangkutan juga ikut mendampingi,” tandasnya.

Sedangkan DDS, yang merupakan pembina pramuka, juga tidak ikut turun ke sungai dan hanya menunggu di tempat finish kegiatan susur sungai yang menewaskan 10 pelajar itu. Padahal, kedua tersangka telah memiliki sertifikat Kursus Mahir Dasar (KMD) Pramuka, sehingga seharusnya lebih memahami aspek keamanan dalam kegiatan kepramukaan.

Baik R maupun DDS dijerat dengan Pasal 359 KUHP, karena kelalaiannya yang menyebabkan orang lain meninggal dunia, dan Pasal 360, karena kelalaiannya yang menyebabkan orang luka-luka. “Mulai Senin (24/2/2020) siang, sudah dilakukan penahanan kepada yang bersangkutan. Jadi sampai saat ini sudah ada tiga orang dilakukan penahanan dan statusnya tersangka,” kata Yuliyanto.

Kombes Yulianto menyebut, hingga saat ini tim penyidik Polda DIY telah melakukan gelar perkara serta memeriksa 22 orang. Tujuh orang di antaranya terlibat dalam kegiatan pramuka, tiga orang pengelola wisata Lembah Sempor, dua orang siswa, serta Kepala Sekolah SMPN 1 Turi. “Kemudian orang tua siswa. Sampai dengan hari ini orang tua siswa korban sudah kita lakukan pemeriksaan sebanyak 6 orang,” tambahnya.

Lihat juga...