Kemenkes Jalin Kerja Sama Cegah Penularan Virus Dengue

Editor; Koko Triarko

JAKARTA – Penyebaran virus Dengue yang membutuhkan inang nyamuk sebagai sarana penularan, mendorong Kementerian Kesehatan untuk melakukan riset terkait pencegahan penularan virus, sehingga diharapkan akan mencegah terjadinya kasus DBD. 

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonosi Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid., menyebutkan virus Dengue yang termasuk golongan Arbovirus,  membutuhkan nyamuk dalam proses penularan ke manusia.

“Karena adanya sifat penularan virus melalui nyamuk Aedes Aegypti, kami dari Kemenkes sedang melakukan kerja sama riset terkait perkembangbiakan nyamuk tersebut,” kata Nadia, saat ditemui di Gedung Adhyatma Kemenkes Jakarta, Selasa (18/2/2020).

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonosi Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid., saat ditemui di Gedung Adhyatma Kemenkes Jakarta, Senin (17/2/2020)  -Foto: Ranny Supusepa

Ia menjelaskan, bahwa peningkatan kasus DBD selalu terjadi saat pergantian musim kemarau ke musim penghujan.

“Pada musim hujan, nyamuk Aedes memiliki tingkat matting yang tinggi di musim penghujan. Dan dalam waktu seminggu, mereka sudah bisa berproduksi lagi,” urainya.

Selain itu, telur nyamuk Aedes Aegypti memiliki kemampuan bertahan pada kondisi kering dalam rentang waktu enam bulan.

“Saat terkena air, telur-telur ini langsung menetas. Itulah yang menjadi alasan mengapa saat musim hujan, terjadi peningkatan masif kasus DBD,” paparnya lagi.

Sehingga untuk mengantisipasi, Nadia menyebutkan Kemenkes melakukan riset dalam upaya yang menanggulangi penyebaran virus.

“Kerja sama riset pertama kami lakukan bersama pihak Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) terkait proses pemandulan nyamuk. Sehingga walaupun terjadi proses matting, nyamuk tidak akan bisa berkembang biak,” katanya.

Riset juga dilakukan terhadap penggunaan bakteri Wolbachia dengan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

“Bakteri ini diharapkan bisa mencegah perkembangbiakan virus Dengue di tubuh nyamuk, sehingga nyamuk tidak bisa lagi menularkan virus demam berdarah,” urainya lebih lanjut.

Upaya penanggulangan ini, menurut Nadia diharapkan bisa mengurangi, bahkan mencegah terjadinya penularan virus Dengue.

“Kalau penyebaran virus terhambat, kita harapkan tidak ada lagi kasus DBD,” pungkasnya.

Lihat juga...