Kerusakan Big Ben karena Bom Perang Dunia Dua Parah

Ilustrasi, Jam Big Ben Kota London – Foto Ant

LONDON – Kerusakan Menara Big Ben Inggris, di Gedung Parlemen London akibat bom Jerman selama Perang Dunia Kedua, ternyata lebih parah daripada yang diperkirakan.

Para ahli mengatakan hal tersebut pada Kamis (13/2/2020), ketika tagihan untuk restorasi naik hampir 20 juta pound atau sekira Rp400 miliar. Menara yang berusia 177 tahun tersebut dibungkus perancah selama tiga tahun terakhir, saat para pekerja memperbaiki batu dan jam seberat 12 ton yang terkenal tersebut.

Para ahli mampu mendekati menara setinggi 315 kaki atau sekira 96 meter tersebut, sehingga memungkinkan untuk menemukan masalah lain, seperti kerusakan yang disebabkan oleh polusi dan asbes.

Majelis Rendah dan Komisi Majelis Tinggi mengatakan, mereka telah diberitahu untuk mengembalikan menara ke kemegahan sebelumnya. Sementara anggaran yang dibutuhkan untuk merestorasi meningkat dari 61,1 juta menjadi 79,7 juta pound.

Ian Ailles, Direktur Jenderal Majelis Rendah mengatakan, tugas memulihkan menara lebih kompleks daripada yang diantisipasi. “Memahami sepenuhnya kerusakan menara tidak mungkin sampai perancah naik,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Perbaikan terbaru dari struktur, di mana lonceng Big Ben seberat 13 ton sering tidak berdentang, diperkirakan akan selesai tahun depan. Pekerjaan pada bangunan, berganti nama menjadi Menara Elizabeth di 2012. Kegiatannya, terpisah dari rencana restorasi skala penuh Istana Westminster, yang diperkirakan menelan biaya 4 miliar pound dan akan dimulai pada pertengahan 2020 ini. (Ant)

Lihat juga...