Ketum Aisyiyah Dorong Kader Serius Tangani ‘Stunting’

Editor: Koko Triarko

PURWOKERTO – Ketua Umum PP Asyiyah, Dra. Hj, Noorjannah Djohantini, MM. M.Si., mendorong agar kader Asyiyah di daerah-daerah fokus dan serius menangani kasus stunting, karena berhubungan dengan masa depan para penerus bangsa ini.

“Ayo turun ke pelosok-pelosok, jika menemukan penderita stunting segera ajak berobat dan untuk selanjutnya berikan makanan yang bergizi, pendampingan kesehatan dan apa yang dibutuhkan,” kata Noorjannah, memotivasi ibu-ibu Aisyiyah Banyumas, usai meresmikan Balai Aisyiyah Kabupaten Banyumas, Minggu (16/2/2020) sore.

Lebih lanjut Noorjannah menjelaskan, stunting dapat dicegah antara lain dengan ketercukupan pangan dan gizi, serta pemahaman akan kesehatan reproduksi. Hal tersebut sejalan dengan program Aisyiyah di bidang kesehatan.

“Sejak zaman KH Ahmad Dahlan, kesehatan sudah menjadi bagian dari dakwah. Dan, Aisyiyah memberikan perhatian dan kiprah nyata dalam penanganan penyakit menular, TB, malaria, stunting dan lainnya,” terangnya.

Ketua Umum PP Asyiyah, Dra. Hj. Noorjannah Djohantini ,MM., M.Si.,  di Balai Aisyiyah Kabupaten Banyumas, Minggu (16/2/2020) sore. -Foto: Hermiana E. Effendi

Noorjannah juga mengingatkan, akan pentingnya memberikan pemahaman kesehatan reproduksi kepada para remaja serta ibu-ibu di pelosok desa.

Menurutnya, para ibu harus mempunyai pemahaman tentang sanitasi yang sehat, hidup bersih, serta memberikan makanan bergizi untuk anak-anaknya.

“Masa depan generasi penerus bangsa ini berada di tangan kaum ibu, sehingga bagaimana seorang ibu merawat anaknya, itu harus diperhatikan dan diberikan dukungan oleh para kader Aisyiyah,” tuturnya.

Selain di bidang kesehatan, Aisyiyah juga mengambil peran penting dalam bidang pendidikan, dimana Aisyiyah memiliki 20.000 sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang tersebar di seluruh Indonesia, kemudian SMP, SMK dan perguruan tinggi (PT).

“Jenjang pendidikan dari bawah sampai atas juga menjadi bagian dari dakwah Aisyiyah, kita memiliki 20.000 PAUD dan 10 perguruan tinggi serta satu universitas, dalam waktu dekat juga akan diresmikan Universitas Aisyiyah di Surakarta,” katanya.

Dakwah yang dilakukan Aisyiyah, lanjut Noorjannah sangat luas dan menyentuh semua aspek kehidupan. Mulai dari kegiatan pengajian, pendidikan, kesehatan hingga kegiatan sosial.

Sementara itu, Ketua IV Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Banyumas yang membidangi kesehatan, Ratifah, mengatakan selama ini pihaknya rutin melakukan sosialisasi tentang kesehatan reproduksi ke sekolah-sekolah Muhammadiyah serta ke ibu-ibu di pelosok desa.

“Kegiatan Aisyiyah Banyumas di bidang kesehatan sangat banyak, mulai dari penyuluhan terhadap remaja, sekolah-sekolah dan ibu-ibu tentang kesehatan reproduksi, hingga penanganan pemeriksaan TB dengan menggandeng puskesmas setempat,” jelasnya.

Lihat juga...